Arsip Blog

Sabtu, 30 Desember 2017

Pedagang Kecil Mandiri (PKM)


Apa itu Pedagang Kaki Lima (PKL) mari kita kutip definisinya di Wikipedia, Pedagang Kaki Lima atau disingkat PKL adalah istilah untuk menyebut penjaja dagangan yang melakukan kegiatan komersial di atas daerah milik jalan (DMJ/trotoar) yang (seharusnya) diperuntukkan untuk pejalan kaki (pedestrian ).

Bagi penguasa sebuah Kota PKL tidak lebih dari musuh nyata, PKL sering memanfaatkan jalan dan trotoar sebagai tempat berdagang, menimbulkan kekumuhan, kemacetan, merusak pemandangan kota dan harus di singkirkan, paradigma berpikir penguasa kota tetap saja primitif bukannya melokalisir, menata dan membina PKL, mereka berpikir instan PKL harus di tertibkan.

Satpol PP sebagai aparat terdepan menjadi petugas utama melakukan penertiban, maka ketika penertiban terjadi seringkali kita melihat sebuah tragedi kemanusian, barang di rampas, PKL ditendang, sampai gerobak diangkut, PKL menangis meraung-raung, Satpol PP menunjukan watak arogan.

Ada yang bersorak girang ketika PKL ditertibkan, bahkan ketika Anies-Sandi menata PKL di Tanah Abang beramai-ramai dihujat, semua bekoar melanggar UU, ajaibnya ketika Reklamasi dan Meikarta dibangun melenggang bebas tanpa peduli UU - Dedy Mizwar bilang Meikarta seperti negara dalam negara - dengan melanggar berbagai undang-undang, ratusan pertokoan dan rumah berdiri tanpa IMB, Amdal yang ngawur, mereka semua mingkem, mereka seakan lebih bangga pada aseng yg melanggar hukum, ketimbang Gubernur yang peduli pada rakyat kecil memberi secuil tempat berdagang dengan menghujat sebagai pelanggar UU.

Ahmad Dani pernah bilang secara sarkasme tentang PKL “Kita menoleransi keberadaan pedagang kaki lima yang ngembat badan jalan karena butuh makan murah,” kata Dhani. Strike two!"
Dhani Benar banget tengok di gedung-gedung jangkung di perkantoran ibukota, mereka yang kelas menengah, berdasi dan bergaji tinggi, rela makan dipinggir jalan yang kumuh dan jorok, hanya ingin mencari makanan murah dan terjangkau.

Jangankan di gedung jangkung, mereka yang berlibur di hotel berbintang, menggunakan mobil mewah, emoh makan di hotel, paling untuk sarapan gratis yg disediakan hotel mereka mau makan, selebihnya mereka pasti lebih suka beli di kaki lima ketimbang di hotel, untuk seporsi nasi goreng di hotel bisa mencapai 50 ribu, di kaki lima hanya 20 ribu.

Mana mau mereka berlibur sambil ngajak pembantu dan sopir makan nasi goreng seporsi 50 ribu? Jadi mereka yang teriak musnahkan PKL susungguhnya munafik karena mereka juga butuh PKL untuk menghemat biaya makan.

Maka ketika Anies-Sandi merubah PKL menjadi Pedagang Kecil Mandiri (PKM) teramat tepat, PKL itu sesungguhnya pebisnis sejati mereka modal mandiri, tiada kucuran dana pinjaman dari pemerintah apalagi dapat pinjaman BLBI, mereka tidak pernah merengek pada pemerintah untuk dikasih fasilitas ini itu - sementara pengusaha besar rajin mengeluh, minta insentif pemotongan pajak (bahkan di beri ampunan pajak), kemudahan regulasi sampai menekan UMR. Tidak ada ceritanya PKL itu kolusi pada penguasa, apalagi membawa lari duit BLBI, yang ada mereka lari-lari dikejar satpol PP.

Satu-satunya kesalahan PKM itu hanya berdagang bukan pada tempatnya, itupun terjadi karena ketiadaan modal dan minim akses ke perijinan, kalaulah pemerintah lebih peduli, memberikan akses tempat, permodalan dan perijinan yakin PKM akan berkembang pesat.

Maka kepedulian penguasa teramat di perlukan untuk membina para PKM, kepedulian itu di tunjukan secara simultan bukan live service, bukan pencitraan apalagi buat modal terpilih lagi di periode betikutnya, keberpihakan Anies-Sandi patut di apresiasi, meski belum sempurna tapi setidaknya pada sikap dan kebijakan telah ditunjukan, hasilnya bagaimana? Waktu yang akan membuktikan.

Selasa, 26 Desember 2017

Cerai


Sesekali ngebahas gosip ah, kata wartawan infotaiment gosip itu adalah fakta yang tertunda, sebelum fakta terbuka, biasanya dimulai dari bisik-bisik tetangga, lalu membesar dan akhirnya fakta terungkap menjadi kebenaran.

Kisah perceraian rumah tangga publik figure mulai dari artis, politisi, pejabat sampai ustadz selalu menarik jadi bahan berita infotaiment, gosip berita tidak akan lengkap tanpa bumbu, maka dicarilah kabar mengapa terjadi perceraian, nara sumber diburu untuk kasus cerai jadi ramai, mulai dari teman dekat, tetangga, psikolog sampai asisten rumah tangga diwawancarai, masyarakat pun ikutan ngegosip perceraian si anu, dengan sudut pandang masing-masing jadilah heboh.

saya tidak akan membahas kenapa bisa terjadi cerai, namun yang harus di kaji dampak dari perceraian, cerai itu perbuatan halal yang di benci Allah, dibenci manusia saja tidak bisa tidur apalagi di benci Allah, Nauzubillah minzalik, ada sejuta alasan untuk bercerai, mulai dari selingkuh kdrt, tidak lagi ada kecocokan, di duakan dll.

Siapa korban pertama perceraian? Anak adalah korban pertama, mereka akan bingung ketika bapak ibu berpisah, apalagi perpisahan itu didahului pertengkaran yang saling menyakitkan, antara sayang ibu dan bapak, bisa jadi seorang anak terbelah kepribadiannya.

Sebaiknya memang cerai di hindari, caranya ya dengan merawat perkawinan, menghindari perselisihan, membuat perbedaan menjadi sebuah bumbu dalam melanggengkan mahligai rumah tangga.

Susah? Tidak juga kalau diantara suami istri menghilangkan ego masing-masing, pandai berkomunitasi, banyak contoh mereka yang mampu mempertahankan rumah tangga sampai kakek-nenek, hanya maut yang memisahkan mereka.

Tapi kalau susah didamaikan, terlanjur tersakiti, ya apa boleh buat cerai, satu hal yang harus kita pahami cerai itu domain privat bukan publik, jadi tidaklah tepat membahas masalah privat ke ranah publik, jadi sikap kita terhadap sebuah perceraian ya no coment lah, cukup dalam hati comentnya. Sikap terbaik ya mendoakan semoga diberi jalan keluar terbaik.

Hal lain yg juga wajib di mengerti, cerai itu bisa melanda siapa saja dari masyarakat biasa, ustadz yang mumpuni agama, sampai pemimpin yang dipandang pengagumnya setengah dewa, cerai hal yang manusiawi, karena dunia ini tidak ada yang sempurna, tiada gading yang tak retak.

Jadi jangan baper jika tokoh panutan dan pujaan hati anda nampak luar digambarkan media sangat sempurna, cinta istri dan anak, tampil mesra di depan publik, tiba-tiba retak rumah tangganya ah itu peristiwa biasa.

Menjadi luar biasa karena media terlanjur menggambarkan sang tokoh manusia maha sempurna, lalu terjadi pemujaan berlebihan, ketika retak rumah tangga sang tokoh, pemujanya menjadi baper, kaget, tidak bisa tidur terus hilang kewarasan lalu bikin pembelan dengan argumen lucu, katanya dia menceraikan sang istri karena saking cintanya.

Cinta kok istri dicerai walah ngawur.

Senin, 25 Desember 2017

Ngelapak (bagian 1)


Anies mencoba menata Tanah Abang dengan mengakomodir pedagang berjualan dijalan, kebijakan itu ditanggapi sinis lawannya,mereka nyinyir dengan memberi label macam-macam : jalan kok di pakai jualan, itu melanggar uu lalulintas, Anies jangan tersandera janji kampanye.

Bahkan ada yang nulis status dengan nada sinis abis
Jualan itu DIPASAR!!!!
Bukan dijalanan
Jalanan itu utk lalu lintas umum
Trotoar itu utk pejalan kaki
Moga otak gw ga mengkereeeeet dengan keanehan"

Seorang Couch yang memang dari sononya pendukung kelompok sebelah menulis panjang x lebar sama dengan luas tentang ini, diakhir tulisan Couch itu seperti kehilangan akal sehat dengan menulis kebijakan populis seperti gerombolan preman.

Benarkah kebijakan Anies salah karena menjadikan jalan sebagai tempat jualan? Mari kita cek kebijakan beberapa kepala daerah, di tempat saya Kota Bekasi di kawasan Pasar Baru hampir setiap malam pedagang diakomodir jualan ditrotoar dan jalan di malam hari, pagi harinya sebelum jam 06 mereka wajib merapikan barangnya, bahkan Jalan Moh. Yamin dari depan pasar Baru sampai rel kereta Api tertutup permanen di pakai para pedagang.

Ada kawasan kuliner kota Bekasi ditempatkan di sisi jalan secara permanen, pada malam hari separuh jalan di pakai untuk tempat makan, jaraknya hanya 100 meter dari jalan utama Kota Bekasi Jl. Ahmad Yani, apakah Walikota Bekasi Melanggar Aturan ?

Setiap minggu jalan di arena cfd di Jakarta dan Bekasi dan seluruh jota-kota besar di Indonesia ditutup untuk program langit biru cfd, banyak pejalan kaki memanfaatkan jalan raya dan para pedagang juga ikut jualan disana, apakah melanggar hukum?

Kalau anda jalan-jalan ke Yogya di jalan utama Malioboro, pedagang besar, pedagang kecil, kuliner lesehan, becak, sampai dokar bisa harmonis bersatu mengais rejeki, mereka mrmanfaatkan trotoar dan jalan untuk lesehan, apa pemerintahan Jogya Melanggar Hukum?

Bahkan dulu pernah kejadian, salah satu jalan di Jakarta di tutup bertahun-tahun oleh Kedutaan Inggris, tidak ribut tuh, seperti sekarang, apakah Pemkot Jakarta di masa lalu tidak melanggar hukum dengan melakukan pembiayaran?

Jadi jangan dibikin alasan macem-macem untuk menyinyirin gubernur baru, kritik silahkan, tapi mbok ya biasa saja kritiknya jangan sampai melambai seperti lgbt, kalau program itu gagal ya berarti memang kurang pas.

Gubernur dulu juga punya program memidahkan PKL ke Blok G Tanah Abang, setelah di puji setinggi langit oleh media, konon kabarnya pemindahan itu sukses, faktanya gagal juga, Blok G tetep sepi tuh dan pedagang banyak ngeluh.
http://megapolitan.kompas.com/…/pasar.blok.g.tanah.abang.ma….

Jadi kebijakan memanfaatkan jalan sebagai penampungan PKL itu bukan hanya di lakukan Gubernur DKI, pemda lain juga melakukan, bukan berarti mereka melanggar hukum, mereka membuat kebijakan diskersi buat mengakomodir rakyatnya, kalau jalan di tutup permanen bolehlah dianggap melanggar, lah ini jalan kan ditutup sementara pada jam tertenju saja. Nyinyir boleh, otak di warasin dulu lah.
(Tamat).

Minggu, 24 Desember 2017

Ngelapak (bagian 1)


Pernah kah anda berjualan ngelapak di pinggir jalan? Saya pernah bahkan sampai hari ini saya bersama-sama teman UKM Mamin, ngelapak bersama di CFB Bekasi setiap minggu, banyak suka duka yang saya alami, salah satu dukanya, ketika suatu hari tanpa pemberitahuan lapak kami di gusur, alasannya karena pedagang menganggu pengunjung yang datang di cfd.

Nah saat itu kebetulan Walikota Bekasi beserta aparat sedang olahraga di lokasi cfd, langsung saya datangi, protes di hadapan Walikota.

"Kenapa lapak kami di gusur pak" tanya saya
"Kamu siapa?" Tanya walikota
"Saya Ketua UMKM mamin kota Bekasi, saya UKM Binaan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bejasi kami dagang di cfd atas ijin kepala dinas" kata saya menjelaskan.

Kemudian saya debat panjang sama Walikota, ujungngya saya diarahkan ketemu Kadis Indag untuk diatur ulang, jadilah saya dan teman-teman punya lapak tetap, atas kebijakan Walikota lapak pedagang cfd diatur ulang dengan tidak menganggu pengunjung cfd

Ketika Anies menata kawasan Tanah Abang, dia memberi ruang lebih para pelapak pedagang PKL, pelapak yang tadinya dianggap sampah, diusir dan disita barangnya, kini dimanusiawikan dengan memberi tempat yang layak dengan mengorbankan sebagian jalan untuk mereka dengan waktu terbatas pukul 08.00 - 16.00.

Sebagai sesama pelapak, Saya menyambut positif kebijakan itu, merupakan bagian dari upaya memanusiawikan para PKL, mereka rakyat Indonesia juga, mereka berhak mendapat fasilitas negara, kenapa para penunggak pajak di beri subsidi negara dalam bentuk bonus amnesti pajak, pedagang kaki lima tidak berhak dapat juga subsidi?

dulu ketika para konglomerat di beri kebebasan membuat bank, beramai-ramai mereka mendirikan bank, sayangnya duit simpanan masyarakat tidak di kelola dengan baik di bank mereka, di pakai dan dipinjamkan untuk usaha sendiri, ketika krismon terjadi bank kolaps, mereka tidak mampu membayar duit nasabah yang rush, akhirnya mereka di bantu pemerintah dalam bentuk BLBI, mereka dikasih pinjaman ratusan trilyun dengan jaminan aset mereka.

Namun asset yang di jaminkan ada yang bodong, teganya uang pinjaman BLBI pun diselewengkan, ada diantara mereka yang kabur keluar negeri meninggalkan tanggung jawab dan membobol uang negara. Akibat ulah mereka sampai hari ini seluruh Rakyat Indonesia harus menanggung kerugian mereka dalam bentuk bunga BLBI yang jumlahnya ratusan milyar.

Anies mencoba memberi setitik uang negara untuk mengakomodir mereka, memberi mereka fasilitas dengan biaya murah, 400 orang pedagang di akomodir untuk berjualan, lah di kecam dan diberi label macem-macem.

Loe tuh pada diem bae ketika uang negara di jarah pengusaha hitam, Pemda DKI cuma sekedar ngasil fasilitas kecil buat pedagang kecil diributin. Loe pada waras?
(bersambung)

Sabtu, 23 Desember 2017

Ngelapak (bagian 1)

Sejak 2011 saya sudah merintis Kuliner Khas bekasi, bermula dari rumah makan, lalu saya fokus menciptakan Bandeng Rorod Oleh-Oleh Khas Bekasi, Alhamdulillah Bandeng Rorod kini sudah menyebar lewat ratusan reseler di seluruh Jabodetabek.

Dirumah saya ada outlet khusus jualan Bandeng Rorod, banyak orang dari berbagai wilayah bekasi dan luar wilayah Bekasi yang datang dan memborong produk saya untuk oleh-oleh pulang kampung, dari apa yang saya tanngkap banyak diantara warga Bekasi yang merindukan adanya toko oleh-oleh khusus Bekasi.

Kemaren liputan TV dari Elshinta kembali di tayang ulang, banyak telepon, wa dan pengunjung dateng ke outlet saya, penyebaran lewat media TV sangat efektif mengenalkan Oleh-oleh Bekasi, sehingga ke depan saya optimis kuliner Bekasi di kenal banyak orang.

Saya sudah mengusulkan adanya toko oleh-oleh khas Bekasi yang menampung produk-produk UKM Bekasi kepada pemkot Bekasi, sayangnya mereka belom merespon dengan baik, Pemkot hanya memberi ruang buat UKM di loby kantor Pemkot untuk gelar produk dan jualan di sana.

Alhamdulillah inisiatif awal saya, direspon banyak teman-teman UKM Bekasi, sehingga dalam bulan ini selang dua hari berturut-turut, kawan saya, anggota UMKM Mamin Kota Bekasi yaitu :

Ivana Buka Toko Oleh-Oleh Bekasi di Rawa Lumbu dan Ibu Ratna Buka Toko Olbek (oleh-oleh Bekasi) di Jl. Sultan Agung Pondok Ungu Bekasi Deket Rumah sakit Ananda.

Kini jika anda ingin menikmati Oleh-oleh Bekasi bisa datang ketempat Saya di Perumnas 3 khusus jual Bandeng Rorod dan variannya, bisa Beli Kue dan Multi produk oleh-oleh Ke toko Ivana dan Olbek (oleh-oleh Bekasi).

Adakah bandeng rorod di toko-toko itu insya allah ada, silahkan kontak nomor mereka yang ingin memperoleh oleh-oleh Bekasi

Bandeng Rorod Perumnas 3
0856 9935 735

Ivana Cakes Rawa Lumbu
081283422384

Olbek Sultan Agung
087780566598 (Ratna)

Gelar Produk Ukm Pemkot Bekasi
081315350765 (Lastri)

Jumat, 22 Desember 2017

Mpok Omah


Nama usaha saya Bandeng Rorod Mpok Omah, Nah arti Mpok Omah itu adalah nama Ibu saya Siti Rohmani, Ibu saya orang Kebayoran Lama Betawi Asli, menikah dengan Bapak Saya orang Betawi Bekasi Asli. Sebagai Orang Betawi karena di tuakan oleh adik-adiknya dan lingkungannya ibu saya biasa di panggil Mpok Omah.

Bandeng Rorod adalah menu utama keluarga saya pada moment-moment istimewa seperti Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha, pada momen itu Ibu saya membuat sajian istimewa seperti ketupat, sayur sambel godok kacang, semur daging, opor ayam dan paling Istimewa Bandeng Rorod.

Proses pembuatan Bandeng Rorod sulit dan rumit, pada waktu itu Ibu saya membuat menggunakan proses manual, mulai merorod dan memisahkan duri dan daging sampai jadi masakan istimewa.

Nah yang paling sulit dan makan waktu dalam proses pembuatannya yaitu memisahkan duri dan daging, bayangkan duri halus bandeng itu jumlahnya sekitar 250/ekor kalau bikin sepuluh ekor saja harus memisahkan daging dengan 2500 duri halus, ruaar biasa.

Hebatnya demi memenuhi kemeriahan hari istimewa ini ibu saya dengan sepenuh hati menyiapkam menu istimewa ini kepada keluarga, meski harus mengerjakan seorang diri dan begadang pada malam hari.

Maka ketika saya mencoba bisnis kuliner, tanpa pikir panjang saya fokus membuat menu istimewa yang dibuat sepenuh jiwa oleh ibu saya Bandeng Rorod, lalu nama usaha, saya lekatkan nama orang teristimewa Mpok Omah, jadilah Bandeng Rorod Mpok Omah Oleh-Oleh Khas Bekasi.

Saya tidak terlalu mampu mengekpresikan rasa sayang terhadap ibu, begitu juga dengan ibu saya, sebagai anak pertama saya terbiasa mandiri, kerja keras dan cenderung abai terhadap sisi romantisme hubungan dengan orang tua, tapi saya meyakini dalam setiap doa disaat sholat, sujud dan tahajjud ibu pasti selalu mendoakan yang terbaik buat anaknya.

Salah satu ekpresi rasa sayang saya terhadap Ibu, adalah dengan mengembagkan warisan kulinernya bandeng rorod menjadi kuliner mendunia dan mengabadikan namanya dalam nama usaha saya Bandeng Rorod Mpok Omah.

Alhamdulillah setelah melalui proses perjuangan panjang dan saya meyakini berkat doa-doa panjang Ibu, Bandeng Rorod kini telah menjadi icon Bekasi Istimewa, telah terjual ratusan ribu ekor, bukan hanya masyarakat Bekasi telah menikmati, seluruh masyatakat Indonesia sudah ada yang pernah mencicipi, Insya Allah Bandeng Rorod bisa menjadi sajian dunia seperti rendang padang yang sudah mendunia.

Itulah dahsystnya pengaruh Ibu pada diri dan usahanya saya, selayaknya seorang Ibu memang harus di istimewakan dalam kehidupan kita, didikan, bimbingan dan doanya akan mengantar kita pada posisi mulia, tidak hanya di hari Ibu seorang Ibu di istimewakan dalam setiap helaan napas kita, Ibu selalu ada
.
Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu

Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki, penuh darah... penuh nanah
Seperti udara... kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas...ibu...ibu

Selamat Hari Ibu

Selasa, 19 Desember 2017

CUMA PUNYA ILMU SETENGAH AYAT


Sebagai penggiat UKM saya beberapa kali ditawarin mengisi seminar bisnis atau sejenisnya, saat menyampaikan materi dengan ilmu ala kadarnya saya selalu memposisikan bukan sebagai ahli, saya hanya sharing pengalaman mengelola bisnis yang pernah saya geluti mulai dari percetakan, pendidikan, kuliner dan pengalaman interaksi dengan teman-teman UKM sekaligus terkadang saya gunakan promo produk he..he..he.

Kata Kanjeng Nabi sampaikan dariku walau satu ayat, maknanya setiap kita walau punya setetes ilmu dan sepotong ayat, tidak dilarang untuk berbagi, malah dianjurkan. Nah ilmu saya masih sedikit, kalah lah sama master-master bisnis yang udah naik kelas dengan omzet milyaran rupiah, jadi agak ngeri juga terkadang saat sharing bisnis dihadapan khalayak.

Anggaplah saya murobbi dhaif yang masih kecil, ngasih liqo bisnis untuk kelas-kelas pemula, yang haus akan pengalaman bisnis, jadi jangan tanya kepada saya rumus-rumus bisnis canggih, metode uptudat atau tata cara ngelola bisnis yang wah, itu ketinggian.

Makanya kalau diminta ngisi yang pesertanya gajah-gaja saya pasti nolak, masih banyak para mastah dan master yang hebat-hebat, cukuplah saya yang kelas kampung, lagi pula isi seminar atau sharing hanyalah kegiatan sampingan bukan utama, bisnis utama saya saat ini ya jadi tukang bandeng.

makanya saya ngakak ketika suatu saat  ada yang nanya polos sama saya "Transpotasi (tarif) bapak berapa sekali manggung?" Wkkkk udah kaya Sahrini dan Ayu Ting-Ting pake pasang tarif.

Intinya sih setiap yang punya pengalaman bisnis bisa sharing ke pemula, bisa isi seminar tanpa syarat ketat seperti dosen atau guru yang kudu bergelar S1, S2 atau S3, tujuannya agar jiwa wirausaha bisa tertanam ke banyak orang, konon kabarnya jika empat persen jumlah penduduk suatu negara berwirausaha, maka negara tersebut masuk kategori negara maju.

Jadi ketika para wirausahawan menularkan virus wirausaha, lalu banyak orang terinspirasi mengikuti jejaknya, itu berarti para wirausahawan telah memberikan sumbangsih memajukan negara.

Saya patut mewaspadai diri sendiri ketika sharing bisnis, karena khawatir menjadi merasa paling pinter atau minteri, padahal ilmu masih cetek, godaan itu memang besar karena menjadi pusat perhatian, seolah hebat bangat, jika duri tidak dimanage dengan baik, bakal merusak bisnis utama, ada banyak kasus mastah tergoda jadi trainer, asyik isi seminar bisnis, ujungnya bisnis utama ditinggal, ngerih kakak....

Quran bilang "tuhan tidak akan merubah nasib suatu kaum, jika kaum itu tidak mau merubah diri", jadi bisnis itu bergantung kepada diri sendiri bukan kepada sabda para mastah, para mastah itu hanya memberi wawasan berdasarkan pengalaman dan pengetahuan mereka, bukan sabda suci yang harus dituruti dan di taati.

Jadi kalau menjadi pebisnis itu kuncinya action, pengetahuan memanage dan mengelola bisnis itu bisa didapat sambil jalan, bolehlah mendengar atau mempraktekan teori para mastah, tapi inovasi dan kreativitas anda lah yang utama agar bisnis sukses.

Udah gitu aja jangan lupa pesen bandeng rorod, buat oleh-ole pulang kampung di musim liburan, yuk ah kita liburan !