Arsip Blog

Sabtu, 23 Desember 2017

Ngelapak (bagian 1)

Sejak 2011 saya sudah merintis Kuliner Khas bekasi, bermula dari rumah makan, lalu saya fokus menciptakan Bandeng Rorod Oleh-Oleh Khas Bekasi, Alhamdulillah Bandeng Rorod kini sudah menyebar lewat ratusan reseler di seluruh Jabodetabek.

Dirumah saya ada outlet khusus jualan Bandeng Rorod, banyak orang dari berbagai wilayah bekasi dan luar wilayah Bekasi yang datang dan memborong produk saya untuk oleh-oleh pulang kampung, dari apa yang saya tanngkap banyak diantara warga Bekasi yang merindukan adanya toko oleh-oleh khusus Bekasi.

Kemaren liputan TV dari Elshinta kembali di tayang ulang, banyak telepon, wa dan pengunjung dateng ke outlet saya, penyebaran lewat media TV sangat efektif mengenalkan Oleh-oleh Bekasi, sehingga ke depan saya optimis kuliner Bekasi di kenal banyak orang.

Saya sudah mengusulkan adanya toko oleh-oleh khas Bekasi yang menampung produk-produk UKM Bekasi kepada pemkot Bekasi, sayangnya mereka belom merespon dengan baik, Pemkot hanya memberi ruang buat UKM di loby kantor Pemkot untuk gelar produk dan jualan di sana.

Alhamdulillah inisiatif awal saya, direspon banyak teman-teman UKM Bekasi, sehingga dalam bulan ini selang dua hari berturut-turut, kawan saya, anggota UMKM Mamin Kota Bekasi yaitu :

Ivana Buka Toko Oleh-Oleh Bekasi di Rawa Lumbu dan Ibu Ratna Buka Toko Olbek (oleh-oleh Bekasi) di Jl. Sultan Agung Pondok Ungu Bekasi Deket Rumah sakit Ananda.

Kini jika anda ingin menikmati Oleh-oleh Bekasi bisa datang ketempat Saya di Perumnas 3 khusus jual Bandeng Rorod dan variannya, bisa Beli Kue dan Multi produk oleh-oleh Ke toko Ivana dan Olbek (oleh-oleh Bekasi).

Adakah bandeng rorod di toko-toko itu insya allah ada, silahkan kontak nomor mereka yang ingin memperoleh oleh-oleh Bekasi

Bandeng Rorod Perumnas 3
0856 9935 735

Ivana Cakes Rawa Lumbu
081283422384

Olbek Sultan Agung
087780566598 (Ratna)

Gelar Produk Ukm Pemkot Bekasi
081315350765 (Lastri)

Jumat, 22 Desember 2017

Mpok Omah


Nama usaha saya Bandeng Rorod Mpok Omah, Nah arti Mpok Omah itu adalah nama Ibu saya Siti Rohmani, Ibu saya orang Kebayoran Lama Betawi Asli, menikah dengan Bapak Saya orang Betawi Bekasi Asli. Sebagai Orang Betawi karena di tuakan oleh adik-adiknya dan lingkungannya ibu saya biasa di panggil Mpok Omah.

Bandeng Rorod adalah menu utama keluarga saya pada moment-moment istimewa seperti Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha, pada momen itu Ibu saya membuat sajian istimewa seperti ketupat, sayur sambel godok kacang, semur daging, opor ayam dan paling Istimewa Bandeng Rorod.

Proses pembuatan Bandeng Rorod sulit dan rumit, pada waktu itu Ibu saya membuat menggunakan proses manual, mulai merorod dan memisahkan duri dan daging sampai jadi masakan istimewa.

Nah yang paling sulit dan makan waktu dalam proses pembuatannya yaitu memisahkan duri dan daging, bayangkan duri halus bandeng itu jumlahnya sekitar 250/ekor kalau bikin sepuluh ekor saja harus memisahkan daging dengan 2500 duri halus, ruaar biasa.

Hebatnya demi memenuhi kemeriahan hari istimewa ini ibu saya dengan sepenuh hati menyiapkam menu istimewa ini kepada keluarga, meski harus mengerjakan seorang diri dan begadang pada malam hari.

Maka ketika saya mencoba bisnis kuliner, tanpa pikir panjang saya fokus membuat menu istimewa yang dibuat sepenuh jiwa oleh ibu saya Bandeng Rorod, lalu nama usaha, saya lekatkan nama orang teristimewa Mpok Omah, jadilah Bandeng Rorod Mpok Omah Oleh-Oleh Khas Bekasi.

Saya tidak terlalu mampu mengekpresikan rasa sayang terhadap ibu, begitu juga dengan ibu saya, sebagai anak pertama saya terbiasa mandiri, kerja keras dan cenderung abai terhadap sisi romantisme hubungan dengan orang tua, tapi saya meyakini dalam setiap doa disaat sholat, sujud dan tahajjud ibu pasti selalu mendoakan yang terbaik buat anaknya.

Salah satu ekpresi rasa sayang saya terhadap Ibu, adalah dengan mengembagkan warisan kulinernya bandeng rorod menjadi kuliner mendunia dan mengabadikan namanya dalam nama usaha saya Bandeng Rorod Mpok Omah.

Alhamdulillah setelah melalui proses perjuangan panjang dan saya meyakini berkat doa-doa panjang Ibu, Bandeng Rorod kini telah menjadi icon Bekasi Istimewa, telah terjual ratusan ribu ekor, bukan hanya masyarakat Bekasi telah menikmati, seluruh masyatakat Indonesia sudah ada yang pernah mencicipi, Insya Allah Bandeng Rorod bisa menjadi sajian dunia seperti rendang padang yang sudah mendunia.

Itulah dahsystnya pengaruh Ibu pada diri dan usahanya saya, selayaknya seorang Ibu memang harus di istimewakan dalam kehidupan kita, didikan, bimbingan dan doanya akan mengantar kita pada posisi mulia, tidak hanya di hari Ibu seorang Ibu di istimewakan dalam setiap helaan napas kita, Ibu selalu ada
.
Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu

Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki, penuh darah... penuh nanah
Seperti udara... kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas...ibu...ibu

Selamat Hari Ibu

Selasa, 19 Desember 2017

CUMA PUNYA ILMU SETENGAH AYAT


Sebagai penggiat UKM saya beberapa kali ditawarin mengisi seminar bisnis atau sejenisnya, saat menyampaikan materi dengan ilmu ala kadarnya saya selalu memposisikan bukan sebagai ahli, saya hanya sharing pengalaman mengelola bisnis yang pernah saya geluti mulai dari percetakan, pendidikan, kuliner dan pengalaman interaksi dengan teman-teman UKM sekaligus terkadang saya gunakan promo produk he..he..he.

Kata Kanjeng Nabi sampaikan dariku walau satu ayat, maknanya setiap kita walau punya setetes ilmu dan sepotong ayat, tidak dilarang untuk berbagi, malah dianjurkan. Nah ilmu saya masih sedikit, kalah lah sama master-master bisnis yang udah naik kelas dengan omzet milyaran rupiah, jadi agak ngeri juga terkadang saat sharing bisnis dihadapan khalayak.

Anggaplah saya murobbi dhaif yang masih kecil, ngasih liqo bisnis untuk kelas-kelas pemula, yang haus akan pengalaman bisnis, jadi jangan tanya kepada saya rumus-rumus bisnis canggih, metode uptudat atau tata cara ngelola bisnis yang wah, itu ketinggian.

Makanya kalau diminta ngisi yang pesertanya gajah-gaja saya pasti nolak, masih banyak para mastah dan master yang hebat-hebat, cukuplah saya yang kelas kampung, lagi pula isi seminar atau sharing hanyalah kegiatan sampingan bukan utama, bisnis utama saya saat ini ya jadi tukang bandeng.

makanya saya ngakak ketika suatu saat  ada yang nanya polos sama saya "Transpotasi (tarif) bapak berapa sekali manggung?" Wkkkk udah kaya Sahrini dan Ayu Ting-Ting pake pasang tarif.

Intinya sih setiap yang punya pengalaman bisnis bisa sharing ke pemula, bisa isi seminar tanpa syarat ketat seperti dosen atau guru yang kudu bergelar S1, S2 atau S3, tujuannya agar jiwa wirausaha bisa tertanam ke banyak orang, konon kabarnya jika empat persen jumlah penduduk suatu negara berwirausaha, maka negara tersebut masuk kategori negara maju.

Jadi ketika para wirausahawan menularkan virus wirausaha, lalu banyak orang terinspirasi mengikuti jejaknya, itu berarti para wirausahawan telah memberikan sumbangsih memajukan negara.

Saya patut mewaspadai diri sendiri ketika sharing bisnis, karena khawatir menjadi merasa paling pinter atau minteri, padahal ilmu masih cetek, godaan itu memang besar karena menjadi pusat perhatian, seolah hebat bangat, jika duri tidak dimanage dengan baik, bakal merusak bisnis utama, ada banyak kasus mastah tergoda jadi trainer, asyik isi seminar bisnis, ujungnya bisnis utama ditinggal, ngerih kakak....

Quran bilang "tuhan tidak akan merubah nasib suatu kaum, jika kaum itu tidak mau merubah diri", jadi bisnis itu bergantung kepada diri sendiri bukan kepada sabda para mastah, para mastah itu hanya memberi wawasan berdasarkan pengalaman dan pengetahuan mereka, bukan sabda suci yang harus dituruti dan di taati.

Jadi kalau menjadi pebisnis itu kuncinya action, pengetahuan memanage dan mengelola bisnis itu bisa didapat sambil jalan, bolehlah mendengar atau mempraktekan teori para mastah, tapi inovasi dan kreativitas anda lah yang utama agar bisnis sukses.

Udah gitu aja jangan lupa pesen bandeng rorod, buat oleh-ole pulang kampung di musim liburan, yuk ah kita liburan !

Kamis, 14 Desember 2017

A.M. Fatwa


Saya kenal AM. Fatwa sewaktu masih menjadi oposan Orde Baru, suaranya lembut, gaya bicaranya datar dan kurang menarik, dia bukan type orator ulung macam Rizieq Syihab, dia type pemikir yang lebih banyak menuangkan ide lewat tulisan, banyak buku yang ditulis fatwa, isinya bagus dan menarik.

A.M. Fatwa pernah dihukum penjara 18 tahun gara-gara ikut tanda tangan lembaran putih dalam mensikapi tragedi tanjung priok, pernah menjadi pejabat di pemerintahan provinsi DKI Jakarta dan beliau alumni HMI dan Pelajar Islam Indonesia (PII).

Wikipedia menulis sosok fatwa sbb :
"AM Fatwa telah menjadi ikon perlawanan dan sikap kritis terhadap rezim otoriter Orde Lama dan Orde Baru. Itulah sebabnya sejak muda ia sudah mengalami teror dan tindak kekerasan yang dilakukan oleh intel-intel kedua rezim otoriter tersebut, hingga keluar masuk rumah sakit dan penjara.

Terakhir ia dihukum penjara 18 tahun (dijalani efektif 9 tahun lalu dapat amnesti) dari tuntutan seumur hidup, karena kasus Lembaran Putih Peristiwa Tanjung Priok 12 September 1984 dan khutbah-khutbah politiknya yang kritis terhadap Orde Baru.

Jika diakumulasi, ia menghabiskan waktu selama 12 tahun di balik jeruji besi. Atas segala penyiksaan yang dialami, ia merupakan satu-satunya warga negara yang pernah menuntut Pangkobkamtib di pengadilan.

Di era reformasi sesudah direhabilitasi oleh Presiden B.J. Habibie, Fatwa menjadi pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)-RI, pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR)-RI, dan menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD)-RI"

Di era reformasi Fatwa bergabung dengan PAN, sebuah partai yang didirikan Bapak Reformasi Amien Rais, agak unik buat saya Fatwa gabung di PAN partai nasionalis relegius yang warna keislamannya kurang kental, sebagai salah seorang yg dianggap keislamannya kuat saya berpikir waktu itu Fatwa lebih pas gabung di PBB partai penerus Masyumi.

Fatwa pernah berbenturan keras dengan Sekjen PAN waktu itu Faisal Basri, dalam membangun ideologi PAN dimasa awal, Fatwa yang kental dengan nuansa religius ingin membawa PAN kearah islam dengan kemasan beda, sementara Faisal lebih mengarah PAN tidak ke kanan atau netral agama. Benturan keras dan nyaris membuat PAN terbelah, pada akhirnya Faisal dkk hengkang dari PAN.

Pemilu 2004 Fatwa mencalonkan diri kembali sebagai anggota DPR RI dari Bekasi Dapil Bekasi, saya yang waktu itu menjadi pengurus PAN di Kota Bekasi, membantu Fatwa blusukan mendekati para pemilih, sosok kesederhanaan Fatwa saya rasakan, sebagai seorang pejabat yang waktu itu posisinya menjabat sebagai Wakil Ketua DPR-RI, Fatwa tidak canggung bergaul dengan rakyatnya, ramah dan mudah untuk melayaninya. Sempet menikmati jalan bareng dalam satu mobil dinasnya.

Pagi ini saya mendengar Sdrku AM.Fatwa wafat, saya bersaksi beliau orang baik, orang yang peduli pada rakyatnya, orang yang sangat cinta pada negaranya, orang yang sangat taat pada agamanya.

Selamat jalan Pak Fatwa.

Jumat, 08 Desember 2017

Diskusi


Ada dua modal untuk diskusi logika dan literatur, logika adalah cara berpikir logis, runtut, beraturan dengan argumentasi yang masuk akal. Modal kedua adalah literatur atau bacaan yang bisa menjadi rujukan dalam mempertahankan argumentasi. Literatur bisa menggambarkan seberapa luas, intelektual, wawasan, pengetahuan anda dalam menguasai persoalan, semakin banyak literatur yang anda baca maka semakin paham anda akan sebuah persoalan yang menjadi topik diskusi.

Modal lain diskusi adalah pengalaman berorganisasi, dalam sebuah organisasi yang dinamikanya tinggi, seperti organisasi mahasiswa, ormas atau organisasi politik sebuah keputusan biasanya di bahas dalam sebuah diskusi panjang, melalui debat cerdas dan dinamika bisa saja cenderung keras.

Mereka yang jago diskusi biasanya jam terbang berorganisasinya tinggi, mulai sejak muda sudah terbiasa menghadapi publik, sehingga tidak mudah demam panggung, orang sekelas Cak Nur, Gus Dur, Mahfud MD, Fadli Zon, Fachri Hamzah dll dalam berdiskusi enteng saja mengeluarkan argumen yang sangat logis, runtut dan masuk akal karena jejak rekam mereka memang sudah ok sejak dini.

Tidak heran para singa panggung diskusi disamping pandai bicara juga pandai membuat tulisan bahkan buku-buku berbobot, bacalah tulisan-tulisan Gus Dur, anda akan merasakan bagaimana cerdasnya Gus Dur dalam mensikapi sebuah persoalan dengan sederhana, masuk akal dan terkadang dibumbui humor tingkat tinggi.

Saya tidak terlalu suka dengan gaya bicara provokatif dengan Fachri Hamzah, tapi manakala Fachri sudah berbicara dengan runtut dan logis daya kritis saya menjadi kendor karena apa yang di ungkapkan masuk akal.

Salah satu tokoh yang sangat saya suka dalam menguraikan persoalan dengan sangat memukau adalah Jalaludin Rahmat, salah seorang tokoh Syiah Indonesia, Kang Jalal adalah pembicara hebat dengan talenta sangat baik, tehnik komunikasi massanya sangat bagus, sebagai pakar komunikasi Jalal mampu membumikan sebuah persoalan dengan bahasa yang sangat sederhana dan mudah dipahami.

Ketika tadi malam diskusi ILC seorang bocah ledok Abu Janda dan Deni -sapa tuh gue lupa-, yang jejak rekamnya tidak jelas, cuma bermodal artis medsos, bertemu dengan singa-singa diskusi dan singa-singa podium Fahri Hamzah, Fadli Zon, Ustadz Felix, maka yang terjadi laksana domba dimasukan ke kandang singa, argumentasi janda dan deni sangat rendah, gesturnya tidak meyakinkan, wajahnya seperti ketakutan dan demam panggung, dalam waktu singkat habis tuh argumentasi domba sesat itu dilahap singa-singa podium.

Benarlah kata Roky Gerung jika anda di bully keras gerombolan IQ 200 (dalam satu kolam), maka tertawalah keras-kerasnya, itulah cara menghormati mereka, yuk kita ketawa wkkkkkkk.

Selasa, 05 Desember 2017

Salam Dua Periode


Salam dua periode begitulah yang sedang didengungkan oleh pendukung dan tim sukses tingkat pusat dan kota jelang tahun politik 2018 dan 2019. Ditingkat pusat pastinya memenangkan kembali Jokowi di Pilpres 2019 dan di tingkat Kota Bekasi memenangkan Kembali Bang Pepen di Pilkada Serentak tahap dua di 2018, saya tidak akan bahas 2019 masih jauh, saya akan menulis pilkada Kota Bekasi yg tinggal beberapa bulan lagi.

Buat saya pribadi Pilkada Kota Bekasi itu penting untuk kemajuan kota Bekasi kedepan, lewat kebijakan kepala daerah wajah sebuah kota bisa terlihat dan tertata rapih, lewat kebijakan kepala daerah kesejahteraan dan keadilan bisa terwujud, kepala daerah merupakan garda depan dalam menstimulus kemajuan rakyatnya.

Lalu apa sih yg saya harapkan untuk pemimpin Bekasi kedepan? Yang pasti pertama wajib muslim, ah sara tuh ! Lah suka-suka gue dong, kalau kafir ogah gue milih. Kedua tentu kudu sopan dan welas asih sama warganya jangan seperti si mantan pemimpin tetangga sebelah yg hoby ngeluarin kata-kata kotor.

Sebagai penggiat ukm, saya merindukan pemimpin yg punya program dan kepedulian tinggi pada ukm, di tingkat Propinsi, Gubernur Jawa Barat punya program unggulan Wira Usaha Baru (WUB) kini sudah lebih 100 ribu warga Jabar ikut program ini, sementara Tetangga sebelah gubernur baru Anies-Sandi punya program unggulan Ok Oc untuk peningkatan kapasitas UKM terus Kota Bekasi apa program unggulan untuk UKM nya?

Bekasi dijuluki kota jasa dan perdagangan, maknanya Bekasi kota bisnis, maka ketika bisnis dijadikan magnit sebagai icon, selayaknya UKM diberi peran lebih dengan pemberdayaan nyata dan kongkrit.

Nah kita menunggu nih program apa lima tahun kedepan para balon walikota untuk UKM, mau dibawa kemana UKM? Dijadikan apa UKM? Sudahkah para UKM di beri kiprah jelas dalam derasnya pembangunan Kota Bekasi? Jangan ampe UKM tergerus di kampung dewek dikalahkan oleh para kapital besar yang sudah menanamkan invest di kota bekasi.

Mal, hotel, pusat keramaian, perkantoran berdiri megah di Kota Bekasi, apakah produk UKM bisa masuk kesana, lewat regulasi Pemkot? Atau lebih pastinya apakah Pemkot dalam memenuhi sarana kebutuhannya mulai dari atk, makanan dan minuman didapat dari membeli produk-produk UKM? Semisal konon anggaran makan minum Kota Bekasi mencapai milyaran rupiah per tahun, mungkinkah mereka membelinya dari pelaku UKM?

Beberapa waktu lalu UKM dijanjikan gedung refresentatif dengan anggaran puluhan milyar, kita sudah girang punya pusat ukm yg bakal jadi tempat kumpul, jualan, promosi dan sharing, dijanjiin mau beli ruko di pusat keramaian yg jadi icon Bekasi saat ini Sumarecon.

Ah.....ternyata itu hanya kentut surga, saya denger anggaran di tarik ulang batal, terus ada selentingan akan dibangun di tanah fasum dan fasos milik pemkot, lah kalau ngebangun di tanah fasum/fasos mah mending nggak usah, pasti lokasi fasum/fasos itu jauh dari pusat keramaian, kalau tempat sepi mana bisa jualan?

Jadi kalau diajak teriak salam dua periode saja, tanpa visi dan program jelas ogah dah, itu sama saja beli kucing dalam karung, kita cari dulu yang danta mau bantu UKM kagak? syukur ada calon yang out of the box seperti Sandi yg punya latar belakang bisnis, sehingga senafas dengan pelaku UKM maka pasti gue pilih dah.

Jadi sori dah yang teriak kenceng salam dua periode, ane mah pemilih cerdas tidak boleh terbawa arus kampanye para calon yang tiba-tiba merakyat dan menyapa rakyat jelang pilkada, habis pilkada menang lupa sama janji hehehe.

Ditunggu undangan para calon walikota untuk para pelaku UKM, ane pingin bedah visi misinya untuk UKM kalau perlu bikin kontrak politik di notaris bantu UKM secara danta, cocok kan?

Senin, 04 Desember 2017

Presiden itu Bukan Manusia Biasa



Saya sering ikut bazar di berbagai tempat, namun baru kali ini ikutan bazar dengan persyaratan ribed dan ketat : harus nyerahin photo copy ktp dan kk, membuat surat pernyataan diatas meterai dengan berbagai syarat dan tidak boleh membawa kompor di arena bazar, loading barang paling telat jam 05.00 pagi dan kudu punya id card/undangan untuk masuk lokasi bazar

Nah pas hari H jam empat pagi saya sudah loading barang dengan naik motor, pas di pintu masuk stadion, sudah tidak boleh masuk, pengamanan di gerbang super ketat. Seorang teman protes sama aparat katanya loading paling telat pukul 05.00 ini baru jam 04.00 sudah tidak boleh masuk, aparat dengan enteng bilang

"Ibu berurusan dengan bazar, saya berurusan dengan kedatangan Presiden", pastinya juga pak polisi berurusan dengan keamanan dan keselamatan presiden.

Akhirnya saya cari jalan lain memutar stadion sampai ketemu jalan pintu masuk yg hanya bisa dilalui orang, nah di pintu masuk ini pengaman tidak terlalu ketat, para pedagang kaki lima bebas keluar masuk, agak aneh juga kok mereka bisa keluar masuk sembarangan? lah saya dkk mau ikutan bazar kudu ikut aturan ketat?

Jelang jam 06.00 pagi, sterilisasi dilakukan, tentara bersenjata lengkap menjaga pintu, satpol pp mengusir pedagang dadakan dengan keras agar meninggalkan lokasi, mereka yg tidak punya undangan diminta keluar, nah kami pedagang resmi boleh tetap jualan di dalam lokasi.

Perkiraan saya tempat kami jualan itu sebutlah ring dua steril dari pihak yang tidak berkepentinhan, ring tiga di area parkir kendaraan pagar luar tempat kami jualan, juga steril dari bukan peserta acara, memasuki ring utama di dalam stadion pemeriksaan lebih ketat, masuk satu persatu dan harus menunjukan undangan, hanya mereka yang punya undangan yg boleh masuk.

Saat pulang acara, saya naik go car sang supir bercerita, bahwa tadi malam saat sedang istirahat di seputar stadion dia di bangunkan tentara untuk pindah parkir di tempat lain, padahal hari biasa tempat itu, biasa dipakai sebagai tempat istirahat angkutan online.

Seorang teman menulis status lalu lintas sementara di hentikan, karena presiden mau lewat usai menghadiri acara di Stadion Patriot Bekasi.

Begitulah gambaran bagaimana kehadiran seorang presiden, sebagai pedagang yang biasa ngelapak, aturan main ikut bazar di Acara HUT PGRI yang dihadiri puluhan ribu guru di seluruh Indonesia di Stadion Patriot Kota Bekasi, memang agak lebay segala kudu nyerahin copy ktp/kk dan bikin surat pernyataan diatas meterai.

Tapi dari sisi pengamanan seorang kepala negara saya maklumi, barangkali itu sudah protap mengawal seorang presiden, sekecil apapun potensi gangguan keamanan presiden, hatta sekalipun dari pedagang yg kecil kemungkinan melakukan tindakan sabotase presiden, tetap tidak luput dari perhatian pihak aparat.

Jadi yang harus dipahami, presiden itu bukan orang biasa, presiden itu mahluk luar biasa di negeri ini, karena dia dipilih oleh lebih dari 250 juta rakyat Indonesia, sebagai mahluk istimewa presiden punya protap pengawalan khusus yg secara awam buat kita barangkali lebay alias berlebihan, tapi memang begitulah protap harus dijalankan secara rinci dan jelas, kalau sampai presiden terganggung keamananannya, atau sampai jempolnya luka, pastilah komandan paswampres kena getah, dianggap tidak becus mengawal presiden.

Nah kalau presiden yang sekarang, begitu merakyat tiba-tiba berhenti di jalan, keluar dari mobil terus bersalaman, bagi-bagi sesuatu dan berselfi ria saya kira itu juga sudah ada protapnya, sudah punya tuh paswampres aturan bagaimana mengatur pengawalan presiden saat tiba-tiba dia berhenti dan keluar dari mobil kepresidenannya, berdasarkan kebiasaan presiden selama ini.

Presiden memang mahluk istimewa, saya maklum kalau presiden dikawal ketat, menurut saya sih sikap presiden yang merakyat dengan mencoba lebih dekat pada rakyatnya, bersalaman, photo bersama dan bagi-bagi sepeda itu bagus, untuk menunjukan tidak ada jarak antara presiden dengan rakyatnya, tapi bagaimanapun merakyatnya seorang presiden dia punya batasan protap keamanan, tidak bisa dong presiden seperti ketua RT melenggang sendirian tanpa pengawalan, entar kalau ada yang nyulik bisa repot negeri ini.

Menurut saya sih presiden yang merakyat itu adalah : ada pada kebijakannya yang merakyat, misalnya kepedulian pada rakyat miskin, kebijakan subsidi buat yang tidak mampu, pengendalian harga, menciptakan lapangan kerja yg banyak buat rakyat, juga peduli pada ukm seperti saya hehehe, bukan cuma pada perilaku yg merakyat, kalaupun perilaku itu dianggap merakyat ya... anggap saja itu bonus.

Tapi buat saya dkk kehadiran presiden di Bekasi tetep membawa berkah, dagangan laris manis dan omzet tinggi, ampe kita-kita tidak tahu kedatangannya dan tidak nyimak pidato presiden, kecuali pas 
pulang mobil presiden dan rombongan lewat depan tenda kami.
Terima kasih Pak Presiden
Telah berkunjung Ke Kota Kami
Kota Patriot Bekasi.