Arsip Blog

Sabtu, 10 Maret 2018

Raeni Melawan Nasib

Raeni membuat heboh jagat berita, sewaktu wisuda sebagai sarjana Universitas Negeri Semarang tahun 2014, disaat para wisudawan lain diantar dengan kendaraan moncer bersama keluarganya.

Raeni diantar dengan menggunakan becak, Seperti ditulis dalam situs resmi Unnes, Raeni diantar oleh ayahnya, Mugiyono, yang memang sehari-hari berprofesi sebagai tukang becak.

Profesi abang becak nyaris identik dengan kemiskinan, siapapun mungkin tidak ingin terlahir dari orang tua yang punya kemampuan finansial yg kurang, tapi Raeni berbeda, kemiskinan bukan halangan justru menjadi pemicu dirinya meraih prestasi.

Raeni dengan sungguh-sungguh menuntaskan kuliah untuk bekal masa depan, berbagai prestasi diraih hingga mendapat beasiswa, IPK nyaris sempurnan mendekati empat, hingga akhirnya Raeni meraih wisudawan terbaik dengan IPK 3,96.

Disaat mencapai prestasi tinggi, dia dengan bangga berangkat wisuda dengan naik becak bersama ayahnya tercinta dengan senyum teramat manis.

Seakan Raeni menyatakan pada semua orang, anak tukang becak pun bisa meraih prestasi tinggi di perguran tinggi, kemiskinan bukan halangan mempunyai cita-cita besar, Raeni melawan nasib menjadi anak kurang mampu yang bisa mengejar prestasi.

Seakan tak kapok, setelah wisuda nanti Raeni mempunyai cita-cita baru “Selepas lulus sarjana, saya ingin melanjutkan kuliah lagi. Penginnya melanjutkan (kuliah) ke Inggris. Ya, kalau ada beasiswa lagi,” kata gadis yang bercita-cita menjadi guru tersebut.

Pada akhirnya cita-cita Reani pun terkabul, melanjutkan kuliah di luar negeri, Raeni (25), kini sedang mempersiapkan keberangkatan untuk S3 ke di University of Birmingham, Inggris.

"Alhamdulilah tanggal 19 Januari kemarin baru pengumuman saya mendapatkan beasiswa LPDP, dan bila tidak ada halangan akan berangkat ke Birmingham pada September tahun ini," ujar Raeni.(Kompas.com)

Apa yang bisa kita petik dari kisah Raeni? Menjadi anak yang lahir dari keluarga kurang mampu bukanlah penghalang menggapai kehidupan lebih baik, kemiskinan pada satu sisi bisa jadi penghalang.

Namun pada sisi lain kemiskinan adalah pemicu untuk mengejar prestasi, kemampuan finansial yg rendah akan menimbulkan sikap kreatif dan inovatif, apalagi jika di dorong tekad dan kemampuan kuat setiap orang akan bisa lepas dari jeratan kemuskinan yang melilit dirinya.

Jadi jangan mudah putus asa ketika anda terlahir dari keluarga kurang mampu, banyak sarana dan peluang untuk menggapai pendidikan tinggi, beasiswa dari pemerintah dan swasta bejibun, asal anda rajin belajar, tekad kuat dan berprestasi beasiswa pasti di dapat seperti Raeni.

Raeni mampu mengalahkan nasib, dari kurang beruntung menjadi sangat beruntung, bagaimana dengan anda?
Photo :
Kompas.com

Jumat, 09 Maret 2018

Pilihan "Konyol" Guru Sigit


Sigit mungkin guru yang aneh, peluang meraih jabatan lebih tinggi menjadi Kepala Sekolah, Kepala UPT bahkan Mungkin Kepala Dinas dengan beragam Fasilitas dan pastinya pendapatan tinggi diabaikan.
Dwi Mulyanto Sigit (59) demikian nama lengkapnya, guru Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah 36 tahun mengabdikan dirinya sebagai pengajar di SDN 2 Kedungmenjangan Purbalingga.

Dengan kualifikasi yang dia miliki, bukan hal sulit bagi Sigit untuk memperoleh jabatan tinggi di sekolah maupun kedinasan. Namun ia memilih tetap menjadi guru kelas di sekolahnya hingga pensiun nanti.
Alasannya tidak lazim. Sigit hanya ingin istikamah menyeberangkan siswa-siswanya menuju sekolah. Ia tak ingin amalan yang telah ia jalankan lebih dari 25 tahun itu terputus gara-gara mengejar karir.

Buat sebagian orang alasan Sigit itu mungkin "Konyol", sebagai Guru tugas utamanya mendidik siswa, menyebrangkan siswa itu bisa dilaksanakan pihak lain seperti satpam, polisi bahkan mungkin pak ogah.
Namun Sigit menganggap menyebrangi siswa tugas mulia melebihi tugas-tugas lain, sehingga dia tidak tertarik untuk mengejar jabatan lebih tinggi, hanya karena tidak ingin meninggalkan muridnya menyebrangi jalan sendirian tanpa ada yang membantu.

Tak peduli, hujan-panas, sehat atau pun sakit, Sigit konsisten melaksanakan tugasnya, tanpa berharap mendapat imbalan atau pujian, semua iklas dilaksanan, tengoklah alasan Sigit yang sesungguhnya
"Sekarang saya menyeberangkan anak-anak, itu ibadah yang saya berikan. Suatu ketika kalau saya menyeberang siratal mustakim, mereka akan membantu menyeberangkan saya hingga selamat,"katanya.

Subhanalloh, sebuah amaliah kecil yang dilakukan secara konsisten, lebih mulia ketimbang amaliah besar yang dilakukan sesaat, dalam ibadah yang dianjurkan dan dinilai oleh Allah adalah konsistensi, bahasa lain konsistensi adalah istiqomah melakukan kebaikan.

Ditengah arus dunia yang serba hedonistik dan materialistik saat ini, dimana orang hoby mengejar kesenangan dan materi dengan berbagai cara yang hanya menonjolkan urusan duniawi, Sigit menjadi berbeda, rela menghabiskan karirnya sebagai pengajar dan mendedikasikan dirinya hanya membantu menyebrangi siswanya untuk kesekolah selama lebih dari 25 tahun

Koyolkah Sigit? Tidak, kita butuh orang seperti Sidik, sikap ikhlas rela melakukan sesuatu kebaikan, walaupun dimata orang remeh-temeh sudah jarang kita temukan, cerita pilu guru Model Oemar Bakri yang melaju dengan sepeda kumbang dijalan berlobang sudah hilang, guru PNS dengan gaji, sertifikasi dan tunjangan tinggi menjadikan penghasilan guru meningkat dratis dan bisa hidup sejahtera.

Tapi Sigit tetap memegang teguh prinsip kesederhanaan seorang guru, tanggung jawabnya yang tinggi kepada murid-muridnya, mengorbankan karirnya untuk hidup mendapat penghasilan lebih tinggi, dimata Guru Sigit melayani siswanya lebih utama dibanding jabatan, pendapatan dan pujian

Pesan moral dari Sidik adalah berbuatlah kebajikan tanpa mengharap pujian dan materi, Tuhan tetap melihat amaliah kita, walaupun orang lain menganggap itu naif atau kecil, tapi Tuhan tetap membalas amaliah kecil itu yang dilakukan secara konsisten.

"Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sebesar biji zarrah pun niscaya dia akan melihat balasannya, dan barangsiapa yang mengerjakan keburukan sebesar biji zarrah pun niscaya dia akan melihat balasannya. (QS. Al-Zalzalah[99]: 7-8)

Senin, 05 Maret 2018

Mas Rinto dan Sriyono Yang Berbeda


Namanya Mas Rinto profesi tukang bakso gerobak keliling, berbeda dengan tukang bakso yang lain, Mas Rinto berkeliling dengan pakaian stylish, mengenakan setelan kemeja dipadukan dengan celana kain dan menggunakan sepatu pantofel hitam mengkilap. Untuk melengkapi kesan eksekutifnya ia bahkan mengenakan dasi.

"Sudah lama begini, bukan untuk lucu-lucuan tapi saya mau beri kesan kalau jualan bakso keliling itu juga bersih dan higenis supaya pelanggan juga merasa yakin akan kebersihan jualan saya," ucap Rinto yang ditemui, Jumat sore (3/2/2017).
Mas Rinto membuat pihak lain penasaran, jadilah dia media darling yang membuat wartawan menarik untuk meliputnya, Mas Rinto mendapat iklan gratis dari liputan media.

Anda suka siomay? Pasti, coba ketik siomay pink di google maka muncullah kisah haru Sriyono membesarkan Siomay pink, sebetulnya siomay buatan Sriyono sama dengan siomay lainnya, yang membedakan Sriyono menjadikan warna pink sebagai pembeda siomay buatannya.
Jangan salah paham siomay Sriyono bukan berwarna pink, tapi asesoris jualannya semua didominasi warna pink, mulai dari pakaian, sepeda hingga wadah semua berwarna pink.

Berawal dari kebangkrutan usahanya yang sempat menjadikan Yono sebagai Juragan siomay papan atas di Jakarta, dia harus menutup usaha dengan hutang bejibun, mengakibatkan istrinya minta cerai, ditambah lagi Pak Yono dilarang menemui anak-anaknya jadi lah dia hidup lontang lantung di Jakarta seorang diri

Tiba - tiba terbesit satu inspirasi yang terpadu dari rasa kangennya terhadap kedua putrinya dengan semangatnya untuk melunasi hutang - hutang dan hidup lebih layak. Ia teringat akan warna kesukaan putrinya, Pink, dan direalisasikannya warna tersebut sebagai warna latar usaha siomay-nya yang baru.

Tidak dinyana, justru penampilan siomay serta pedagangnya yang serba pink ini menjadi daya tarik pelanggan untuk mencicipi cita rasanya. Hingga akhirnya, tanpa disadari ia telah ramai diperbincangkan di dunia maya, lewat Twitter, Facebook, serta Kaskus. Hal tersebut tentu saja semakin mendongkrak popularitas "Siomay Pink", untuk semakin mengembangkan omsetnya. Yono yang dulu terpuruk, kini mulai bangkit dan siomay pink menjadi di kenal

Apa yang bisa kita petik dari kisah Mas Rinto dan Sriyono? Tampil beda itu penting, kalau produk anda ingin di kenal buatlah penampilan berbeda, ketika anda berbeda di tengah kerumunan maka semua mata akan tertuju pada anda, maka disitulah produk anda mulai dikenal dan dilirik banyak orang.

Maka ketika anda memproduksi sesuatu buatlah seunik mungkin, dengan tampilan berbeda, unik bisa dari nama, kemasan, warna, tehnis penyajian sampai cara promosi yang diluar nalar, pokoknya buat orang lain terkesima dengan penampilan produk anda.

Banyak jenis bandeng di jual, yang terkenal adalah bandeng presto, tapi saya menciptakan bandeng rorod, dari sisi nama udah unik rorod apaan itu? Lalu saya mengemas bandeng rorod dengan kemasan lux dan penampilan mewah, makin penasaran orang, terus ada tagline oleh-oleh khas bekasi makin unik.
Maka wajar bandeng saya dilirik orang, sudah lima stasiun lima tv meliput, lima radio mewawancari, media cetak dan online juga pernah memberitakan bandeng rorod

Hingga puncaknya pada acara Telkom Craf Indonesia 22-24 Maret 2018, sebuah perhelatan akbar UKM Binaan Telkom, bandeng rorod terpilih sebagai brand iklan acara tersebut, dengan membuat khusus video ekslusif yang sebentar lagi tanyang di semua media sosial dan market place milik Telkom Indonesia.

Jadi kalau produk anda ingin sukses buatlah yang berbeda, tidak mesti meniru Mas Rinto atau Sriyono, buatlah pembeda dan bandeng rorod memang beda.

Kamis, 01 Maret 2018

Miskin



Menjadi miskin di zaman now ini makin susah, dulu kaum marginal ketika di gusur tempat tinggalnya banyak orang dan media yang prihatin dan memberikan empati, sekarang ketika rakyat miskin di gusur mereka malah mendapat bully dianggap merambah tanah negara, pemalas, tidak tahu diuntung, layak untuk disingkirkan.

Ada dua teori tentang kemiskinan, kultural dan struktural, kemiskinan kulutural disebabkan karena budaya miskin itu melekat pada diri orang miskin, sifat pemalas, minim daya juang, pendidikan kurang, menyebabkan orang menjadi miskin, singkatnya miskin kultural penyebabnya menyalahkan si miskin.

Miskin struktural disebabkan struktur negara yan tidak berpihak kepada orang miskin, sebagai contoh buruh tetap menjadi miskin karena struktur negara memelihara rezim upah murah sebagai unggulan daya saing, upah buruh ditekan sedemikian murah untuk menjadi daya tarik investor menanam modal di negeri ini.

Begitu juga dengan kaum miskin kota yang karena kemiskinannya tinggal di bantaran kali milik negara, maka layak untuk disingkirkan, lalu di ciptakan upaya memanusiawikan mereka, di pindahkan di rumah susun sewa yang layak huni, difasilitasi sarananya, tapi mereka tinggal jauh dari tempat mata pencaharian, yang lebih mengenaskan mereka diminta sewa seumur hidup.

Adakah miskin kultural? Rasanya tidak mungkin ada, orang miskin sejatinya pekerja keras, kreatif dan tidak pernah di subsidi negara, kalau tidak kerja keras mereka tidak makan, dengan modal seadanya tanpa subsidi dan fasilitas mereka mampu menciptakan lapangan kerja mandiri menjadi kuli panggul, tukang parkir, narik becak, ojek sampai jualan asongan dan kaki lima.

Jadi sesungguhnya kemiskinan di negeri ini lebih banyak akibat struktur negara yang tidak berpihak pada rakyat miskin, mereka kebanyakan tidak punya akses kepada lembaga permodalan jika mau usaha, tidak punya legalitas kependudukan ketika akan mengakses berbagai fasilitas dan bantuan dari pemerintah.

kepemilikan rumah sebagai kebutuhan dasar selayaknya diupayakan negara dengan memberi subsidi besar kepada rakyat kecil, sebagai contoh pemerintah bisa mensubsidi rusunawa dengan memberi discount atau dibebaskan sama sekali mereka yg akan direlokasi, dalam kurun waktu tertentu misalnya selama dua tahun sampai lima tahun

Dalam kurun waktu tersebut mereka bisa memperbaiki ekonomi, untuk lebih kuat, sehingga pada ujungnya mampu meningkatkan kemampuan ekonomi untuk memiliki rumah.

Paling penting adalah cara pandang kita terhadap kemiskinan janganlah berubah, apalagi karena politik, mereka memang layak di bantu, bukan mencemooh atau menbully, di medsos akibat dukungan terhadap tokoh tertentu si miskin menjadi terbully.

Banyak sekali kalimat menyakitkan dilontarkan para pendukung calon tertentu ketika jagoannya dengan kasar mengusir si miskin dari tempat tinggalnya dengan membawa ratusan polisi dan tentara, padahal sejatinya berdasarkan UUD 45 orang miskin itu menjadi tanggung jawab negara.

Mari menjadi kaya hati dengan memberi empati pada si miskin, jika tidak mampu membantu dalam bentuk nyata, minimal memberikan rasa simpati kepada mereka yang termarginalkan.
Renungan pagi
Sambil sruput teh manis.

Rabu, 28 Februari 2018

Haji Abu


Tadi malam saya ngobrol panjang dengan Haji Abu, pemasok bandeng rorod yang biasa ngelapak di Pasar Baru Bekasi, sudah hampir empat tahun saya berlangganan dengannya, baru tadi malem bisa ngobrol lama.

Bermula dari keheranan saya, kok tiba-tiba pasokan bandeng seret, tujuh tahun usaha bandeng baru kali ini stock bandeng sedikit sekali, pesen 50 kg kadang cuma dikirim 20 kg, keheranan saya juga di amini Pak Haji, sejak awal tahun baru dia bilang pasokan ikan memang berkurang dratis, harganya pun pindah.

Baru kali ini kata dia selama puluhan tahun jualan ikan, harga naik pasokan seret, biasanya barang naik pasokan lancar, sekarang sangat parah harga pindah barang langka, hal ini sudah mulai terjadi sejak awal tahun baru hingga sekarang, berarti sudah dua bulan.

Secara otomatis omzet pak Haji Abu menurun dratis, bisa mencapai penurunan 40-50 persen, akibatnya dia mem PHK karyawannya, pekerjaan banyak di handlenya mulai menyikin ikan sampai mengantar.

Ketika saya tanya kalau nurun gini gimana pak haji? Ya terima dengan sabar, wong saya juga tadinya kuli, lalu berceritalah pak haji tahun ini terpaksa baru pindah rumah, karena rumah yg dia tempatin puluhan tahun tidak ada surat tanah, anaknya kehilangan motor akibat dirampas, semua diceritakan dengan senyum.

Kita mah udah biasa jadi kuli kembali jadi kuli lagi mah siap, dagang mah yang penting usaha jalan terus, puasin pelanggan, istiqomah, deket sama Allah, kalau pelanggan butuh ikan dan stock ada saya anterin biar ge kata hujan deres ya kirim.

Jangan berharap sama pemerintah, sekarang lagi sibuk bangun jalan, kita-kita dilupain, semua harga di pasar pada pindah, dia mah sibuk bae ngurusin jalan tol.

Et dah tukang ikan ngomong politik? Sela saya, pak haji ngakak lah biar kita orang kecil, kan juga denger berita, kagak bodoh-bodoh banget kita hehehe.

Ok pak haji semoga sukses, nasib kita sama, harga pindah barang langka, hadapi dengan senyum saja.

Rabu, 21 Februari 2018

Berisik dan Asyik


Kata Bang Haji Rhoma Irama Dunia tanpa musik itu kurang asyik, Dunia ada musik jadi berisik, meminjam ungkapan Raja Dangdut, demokrasi itu seperti musik ; berisik, gaduh dan tidak pernah tenang, tapi ingat tanpa demokrasi dunia sepi dan kurang asyik

Orang yang berkarakter dominan dan otoriter cenderung tidak suka demokrasi karena mekanisme pengambilan keputusan di alam demokraai ribet dan bertele-tele, harus ada kompromi dan power sharing. Soekarno membubarkan Konstituante hasil pemilu pertama yang paling demokratis, karena bertele-tele mengambil keputusan, keluarlah Dekrit Presiden.

Bagi pencinta ketenangan menilai demokrasi itu gaduh, berisik dan sering ribut, maka mereka menjadi terganggu, cenderung acuh dan abai terhadap kehidupan bernegara, apalagi kalau pencinta ketenangan ini sudah mapan secara ekonomi, lebih asyik traveler ketimbang bicara soal politik.

Lalu kalau gaduh apa kita bunuh saja demokrasi? Kehidupan bisa tenang seperti zaman Soeharto, ekonomi stabil, beras, sembako dan BBM murah, tidak ada saling hujat, fitnah dan ejek di media sosial, hidup sangat harmoni.

Yakin anda mau membunuh demokrasi kembali ke era otoriter? Kita tidak bisa bebas mengkritik, pikiran dibuat seragam, susah mengeluarkan pendapat dan aspirasi, sosmed di kekang, blog dan vlog diawasi, membuat tulisan di sensor, semua urusan dan selera mulai dari musik sampai makanan di kontrol penguasa.

Mau kehidupan bebas tiba-tiba di kekang negara? tidak boleh ini itu untuk menjaga harmoni kehidupan, pikiran dikontrol sedemikian rupa, sehingga kehidupan kita laksana robot yang diatur penguasa, seperti rakyat Korea Utara yang urusan selera cukur rambut juga dikekang.

Sifat alami mahluk hidup itu bebas, dari kebebasan itu muncul inovasi dan kreativitas, inti demokrasi itu kebebasan, maka ketika kebebasan direnggut perlahan tapi pasti sifat alami itu lenyap, di alam demokrasi sebuah organisasi yang anti demokrasi seperti HTI bisa hidup, di alam demokrasi musik yang disebut cengeng ala Betaria Sonata waktu zaman Orba dan musik ngakngok ala Koes Plus di zaman Orla bebas di putar

Jadi laksana burung dalam sangkar atau binatang yang terkukung di kebon binatang, bisa hidup nikmat dan tenang, semua kebutuhan di cukupi tapi kebebasan di batasi, maka sang hewan akan mati naluri berburu alamiah, karena tidak terbiasa hidup di alam liar yang butuh persaingan dan kerja keras, itulah gambaran hidup tanpa demokrasi yang kurang asyik, saya sih ogah hidup harmoni tapi kebebasan dikekang.

Harus dicatat pula, tidak ada hidup harmoni tapi tidak berisik, bagaimana mungkin menyatukan pemikiran dan pendapat 250 juta dalam membangun negeri ini tanpa ada perbedaan pendapat terus tidak berisik?

Maka mereka yang bermimpi Sosmed sepi dari pembicaraan politik - politik itu salah satu bagian utama demokrasi - adalah pemimpi ulung yang sebaiknya hidup di zaman old, Sosmed itu instrumen rakyat mengeluarkan uneg-uneg yang murah meriah lewat sosmed semua aspirasi rakyat tertuang, ketika aspirasi rakyat itu sama, penguasa akan tertekan dan suka tidak suka mereka pada akhirnya mau merubah kebijakan lewat tekanan massa di sosmed.

Mari biasakan hidup di alam demokrasi yang berisik dan gaduh, sosmed yang berisik, anggota DPR yang omdo, pemerintah sotoy, rakyat yang terkadang lucu dalam berargumentasi, hidup tanpa demokrasi kurang asyik, seperti dunia tanpa musik sepi, dan anda yang pengen harmoni tanpa berisik tinggalkan sosmed.

Sruput teh manis ah

Jumat, 09 Februari 2018

Kekeh

Saya tidak tahu kata kekeh dari bahasa apa, yang saya tahu kekeh itu berarti orang yang memiliki tekad kuat dalam menggapai tujuan atau mimpi, dalam bisnis sikap kekeh itu penting, ketika mulai usaha biasanya banyak halangan dan rintangan menghadang, kalau mudah menyerah, tidak tahan banting maka akan jadi orang kalah, tergilas oleh persaingan bisnis.

Film Bunda Kisah Cinta 2 Kodi menggambarkan sekelumit kisah kekehnya seorang pengusaha perempuan bernama Kertika dalam menggapai impian, diawal film bunda Tika mempunyai problem utama tentang kesetian suami yang terpaksa harus berpisah karena ibunya menginginkan suaminya membagi cinta pada wanita lain, disisi lain bunda Tika punya obsesi kuat menyekolahkan anaknya keluar negeri, karena keinginan dirinya ingin sekolah keluar negeri dilarang orang tuanya, bunda Tika juga digambarkan sangat peduli pada tetangga yang kesusahan karena tidak punya pekerjaan.

Pergumulan antara kekecewaan pada suami, obsesi tentang kuliah di luar negeri dan jiwa sosial yang tinggi ditambah problem hubungan dengan suami dan anak menjadikan film ini menarik untuk ditonton, seorang perempuan harus menyelesaikan masalah secara bertubi-tubi ditengah upaya sedang memulai dan mengembangkan bisnis sungguh perjuangan maha berat.

Menyerahkah Tika dengan semua masalah? Jawabnya tidak, Tika kekeh melawan semua masalah dengan tegar, walau terkadang harus menghadapi keputus asaan, emosi dan perfeksonis dalam mendidik anak dengan keras karena nilainya tidak seperti yang diharapkan, tika mencoba melewati semua.

Namun pada puncak pergumulan Tika nyaris menyerah, untuk apa semua bisnis yang dia bangun, kalau keluarga berantakan? disaat itulah Tika menyadari akan arti keluarga, kehadiran anak dan suami dalam bisnis teramat penting sikap tegas dan terkesan "angkuh" yang selama ini dilakukan pada suami di turunkan sehingga pada akhirnya mereka kembali berkumpul dengan kesadaran baru.

Pergumulan perempuan antara pilihan karir dan keluarga memang problem klasik yang sulit terurai, temasuk juga dalan bisnis, kesibukan tinggi seorang perempuan yang secara kodrati harus mengurus anak dan suami, mengakibatkan mereka harus mengatur keseimbangan membagi waktu, terfokus pada karir dengan mengabaikan waktu untuk keluarga bisa mengakibatkan kurang harmonisnya hubungan keluarga, namun disisi lain bisnis butuh konsentrasi penuh dan terkadang sangat menyita waktu.

Kemampuan menangkap peluang bisnis dengan intiusi digambarkan dengan lugas, ketika Tika melihat mesin jahit konveksi menganggur, disaat dia dan suami baru saja mengambil tabungan untuk melunasi separuh hutang yang menumpuk, Tika memesan Baju sebanyak dua kodi hasil rancangannya, padahal dia belum punya rencana apapun dengan baju itu, dia hanya teringat sama tetangganya yang butuh pekerjaan, dalam benak Tika hanya satu hal menciptakan peluang kerja buat tetangganya dengan baju hasil rancangannya, yang pada akhirnya baju itu pun tidak laku karena jahitannya jelek.

Tika belajar dari kesalahan pertama, bahwa baju pesananan Dua Kodinya itu punya sisi lemah jahitanya kurang bagus lalu ada ide dari tetangganya kenapa tidak bikin sendiri? Nah lagi-lagi tantangan datang mesin jahit cuma satu, tidak bisa jahit jigjag dan obras, solusi datang dari tetangganya yg punya suami tukang jahit keliling, disini kita diajarkan bahwa dalam bisnis kolaborasi itu penting dan tetangga adalah salah satu mitra kolaborasi yang hebat.

Jangan pernah melepas peluang di depan mata, ketika Tika saat menawarkan produk di tantang untuk membuat baju seribu potong dalam satu minggu, sejenak dia ragu, namun sepersekian detik kemudian Tika menyanggupi tantangan itu, suaminya yang melihat gaya Tika itu kaget, kamu ini kekeh ya, eureka ya kekeh .....jadilah Keke tanpa hurup h menhadi merk produk Bunda Tika, dari Pertama Dua Kodi Keke Busana meraksasa menjadi perusahaan yang terus berkembang pesat menjadi dua generasi kalau perlu puluhan generasi

Film Bunda Cinta 2 Kodi ini layak ditonton buat para pebisnis, pasangan suami istri yang berbisnis dan para perempuan yg sedang berkarir di dunia bisnis, sangat inspiratif, memompa semangat untuk tidak menyerah serta kekeh pada tujuan bisnis, jangan sampai anda tidak nonton, nyesel nantinya