Arsip Blog

Rabu, 15 November 2017

Media telah siuman


Pers atau media sering diberi julukan heroik, media adalah pilar keempat demokrasi setelah eksekutif, legislatif dan yudikatif, media punya fungsi sebagai wacth dog atau anjing penjaga apabila tiga pilar itu menyeleweng.

Pada era orde baru media terkungkung dengan ketat di bawah pengawasan regim otoriter, muncul instilah telepon malam hari, apabila ada sebuah peristiwa yang dianggap dapat membahayakan rezim, maka di malam hari para redaktur media dapat telepon malam hari untuk tidak memberitakan.

Melalui politik perijinan media dikendalikan penguasa, bermodal SIUP, sebuah media dapat ijin terbit, tatkala dianggap menyimpang dari ketentuan maka siup di cabut media langsung mati.

Di era rezim ini media secara sadar telah berubah fungsi dari pengawas menjadi pendukung, media telah kehilangan daya kritis, karena pemiliknya masuk dalam lingkaran kekuasaan. Ada juga karena kesamaan ideologi dengan rezim ini, maka dengan sukarela menjadi pendukung setia, jadilah media corong penguasa yang menghamba pada kekuasaan dan membenarkan apapun tindakan penguasa.

Kasus pemilihan gubernur Jakarta menjadi contoh telanjang bagaimana media utama menjadi pendukung penista, prestasi incumbent dibeberkan tanpa cela, seolah ahok manusia paripurna tanpa cela, visioner, berani dan sangat hebat.

Namun ketika rezim ahok tumbang perlahan namun pasti, borok2 ahok terlihat, membangun tanpa amdal, banjir yang masih banyak muncul di jakarta, reklamasi bermasalah dan kedepan akan terlihat borok2 rezim ahok akan terbuka.

Alhamdulilla Media sudah berani melakukan koreksi pada penguasa, terutama kepada anies-sandi, padahal usia pemerintahan belum seumur jagung, media begitu bernafsu meminta anies memenuhi janji2 politiknya, walaupun secara logika itu tidak masuk akal, masa bakti lima tahun, belum satu bulan berkuasa sudah ditagih janji bejibun, lah yang sudah tiga tahun berkuasa saja janjinya masih panggang jauh dari api.

terlepas dari kepentingan apapun, media yg kritis terhadap kekuasaan itu sangat diperlukan, agar penguasa ada kontrol, jadi sangat positif anies di kontrol penuh media agar amanah yang diberikan tidak di selewengkan.

Namun kritik media sekarang ini banyak dipenuhi salah kutip dan interpretasi wartawan (bisa jadi di sengaja) dalam mengutip omongan pejabat, anies-sandi sering jadi korban salah kutip, contoh tiba-tiba muncul berita, sandi berkata penyebab macet tanah abang adalah pejalan kaki, padahal dalam video yg beredar tidak ada ucapan sandi seperti itu, anehnya sekelas cnn juga salah kutip.

Kasus paling baru katanya ananda sukarlan wo bersama ratusan alumni kanisius, video menunjukan anies disambut antusias, ketua panitia membantah ada ratusan orang wo, tanpa konfirmasi, cek dan ricek media begitu saja melahap berita itu, mereka hanya konfirmasi pada ananda bukan kepada panitianya, seperti ada pola begitu ada umpan yg merusak anies langsung tulis, ketika salah di koreksi, lucunya ada yg di koreksi sesudah berita dimuat satu tahun wkkkk.

Sayangnya media begitu agresif membedah anies-sandi, dan amnesia dan tumpul daya kritis ketika memberitakan pemerintah pusat dan presiden sekarang, semua ok, bagus, tanpa cela, terus kalau ada ada yang mencoba memberitakan yg negatif para buzzer siap membully.

Tetapi kita tetap harus bersyukur ada keseimbangan baru, media sudah siuman dari tidur panjang daya kritis, anies-sandi adalah sansak tinju yang empuk buat menghantam segala keburukan penguasa, sehingga anies-sandi akan lebih hati2 menjalankan amanah, tahan banting dan istqomah.

Satu catatan penting yg harus di ingat, jika kepemimpinan anda di puja-puji terus menerus oleh pengikut anda dan pers ikut menyanjung setinggi langit, tanpa ada yg berani koreksi maka itu tanda2 kepemimpinan anda menuju kematian, pujian berlebihan tanpa fakta, akan melahirkan penjilat yang miskin daya kritis, waspadalah

Selamat siuman dari tidur panjang para insan pers, jujur ya saya dulu sangat percaya pada akurasi berita media arus utama, sekarang sih sudah lama tidak percaya, lebih banyak menebar hoax ketimbang fakta, jadi kalau ada kasus seumpama ummat memboikot sesuatu, itu bukan berarti bodoh, ummat sudah cerdas, tidak menelan mentah2 berita hoax dari media utama, boikot itu salah satu bentuk perlawanan, meskipun banyak yang nyinyir

Mereka yang nyinyir itu belum tentu pintar bisa jadi dia pelahap informasi hanya dari media utama, seperti kata rocky gerung pencipta hoax terbesar adalah pemerintah termasuk media2 pendukungnya.

Jumat, 03 November 2017

Legalitas


Sebagai salah satu penggiat ukm saya selalu menyarankan anggota saya untuk senantiasa mengurus legalitas usaha, kenapa? Karena legalitas usaha adalah wujud ketaatan kita kepada hukum negara, bahwa seorang pebisnis bukanlah orang yg tidak sadar hukum, bahwa pebisnis adalah manusia langka yang mengangap sebuah aturan itu bukan pengekang, tapi sebuah keharusan yang harus ditaati dan di patuhi, untuk kebaikan bersama.

Secara pribadi saya melengkapi semua legalitas usaha produk usaha saya bandeng rorod, mulai dari skdu, siup, tdp, pirt, haki sampai ijin edar MD dari BPOM, alhamdulillah sudah tuntas semua.

Banyak kasus pelaku ukm yang dianggap tidak sadar hukum dan mendapat teguran keras, teringat kasus bebyluck yg di grebek bpom, kasus kawan saya yang lagi ikut pendampingan bpom untuk urus ijin edar md, produknya kena razia bpom disalah satu pasar modern besar, ada juga kawan produksi bakso yang tidak punya ijin jadi sapi perah aparat.

Lebih parah banyak pelaku usaha pemula baru mau urus ijin di tingkat bawah kelurahan dan kecamatan, sudah di kenakan biaya ratusan ribu hanya untuk selembar SKDU dan SIUP, padahal gratis.

Sejatinya mereka bukan tidak sadar hukum, mereka membangun usaha bertumbuh dari kecil hingga membesar dengan modal seadanya, lalu mereka paham aturan, terus mencoba ikut aturan, sebelum ijin keluar terciduk, tragis sudah sadar hukum terkena razia pula.

Lalu apakah teman-teman saya ini kalah? Tidak justru mereka semakin kuat, semakin bulat tekadnya, sekuat tenaga mereka berupaya mengajukan ijin untuk memperkuat usahanya, alhamdulillah sudah ada yg keluar ijin edarnya, ada yang masih proses ada pula yg terseok-seok karena faktor daya dan dana.

Saya bener benar merasa geram manakala ada pengusaha besar deket dengan kekuasaan begitu mudah membangun sesuatu, langsung dijual kemasyarakat tanpa ijin komplit, terus sang penguasa yg membaking dengan enteng bilang ijin itu soal administratif, mudah dibuat dan diatur, What? Enteng banget ngomongnya.

Dengan embel-embel membantu perekonomian negara dan menyerap tenaga kerja dengan mudah aturan diabaikan, luh pikir gue ukm tidak bantu perekonomian negara dan menyerap tenaga kerja?

Meikarta dan Reklamasi adalah contoh buruk aspek perijinan yg diabaikan, tanpa IMB ratusan bangunan sudah berdiri, seorang menteri bahkan menjadi baking dan meresmikan salah satu tahapan pembangunan sebuah apartemen di Meikarta.

Sudirman Said dalam diskusi ILC bilang warga yg bangun kontrakan di Condet, hanya beberapa kontrakan tidak punya IMB langsung di bongkar, lah di proyek reklamasi ratusan bangunan tanpa IMB bisa berdiri tegak tidak dirobohkan

Inilah contoh ketidak adilan telanjang yang di perlihatkan pemerintah, pada satu sisi ukm di minta taat aturan dengan cara keras, melakukan razia dan penggerebegan namun disisi lain para pengusaha kakap dengan santai membangun tanpa ijin dibiarkan.

Lalu anda para pelaku ukm haruskah mencontoh mereka mengabaikan ijin? Jangan! kira harus tetap punya etika, taat hukum dan tidak perlu mengemis pada pemerintah untuk melonggarkan ijin, kita adalah petarung tangguh yang selalu mandiri yang tidak perlu baking pejabat hanya karena soal ijin.

Kita harus buktikan kepada negara, bahwa ukm dinegeri ini dengan tulus membantu perekonomian negara, menyerap tenaga kerja dan memberi kontribusi pada keuangan negara, tanpa embel-embel mengabaikan perijinan.

Biarkan para manusia serakah itu berbuat semaunya, ketika tangan kita tidak mampu mencegah ketika penguasa sudah berkolaborasi dengan pengusaha, masih ada tangan Tuhan untuk menegur mereka. Tuhan tidak mati kawan.

Maka ketika Anies berani membuat kebijakan menutup hotel yg melanggar aturan walaupun hotel itu menyumbang pajak puluhan milyar kita patut bertepuk tangan, hukum tidak tajam kebawah saja, ternyata hukum tajam keatas juga, sebuah pusat hiburan yg konon punya kontribusi pajak 30 milyar/tahun ditutup, karena melanggar ijin.

Ketika ditanyakan tidak takut kehilangan uang yg begitu besar? Anies menjawab tegas "Kita pakai akal sehat nih, apakah karena pemasukan yang banyak lalu pelanggaran dibiarkan? Apa negeri ini mau diatur dengan pemasukan? Kalau negeri ini diatur dengan pemasukan, kita enggak punya aturan nanti," ujar Anies.

Bangga saya ada pemimpin yang berani menegakan aturan tanpa tergiur uang, apalagi bicara halal haram dan berkah, ini sebuah fenomena baru, dimana seorang pemimpin di negeri ini masih berani menegakan peraturan tanpa pandang bulu, berani mengungkap keyakinan agama tanpa perlu dicap radikal.

Jadi masih ada setitik harapan untuk indonesia yang lebih baik, masih ada pemimpin yang tidak terkontaminasi pada bujukan pemodal, jadi kita doakan agar anies dan sandi pandai meniti buih di tengah arus pemujaan pada materi.

Selasa, 03 Oktober 2017

Pencitraan

Pencitraan sebuah produk itu penting, karena pencitraan yang bagus bakal mampu mendongkrak penjualan produk, contoh pencitraan paling efektif adalah media televisi, ketika produk diliput media tv, dikupas tuntas dengan kemasan gambar apik maka penjualan bisa melejit, tapi harus ingat, pencitraan berlebihan tanpa di imbangi oleh pelayanan, mutu produk dam ketersedian barang, pencitraan bisa menjadi bumerang.

Di era medsos booming sekarang ini, membangun pencitraan diri dan produk itu gampang, tinggal eksis dan bangun image kalau perlu modal dengan memasang iklan di medsos, maka citra produk dan ownernya bisa terangkat, tapi citra di sosmed bisa jadi semu, karena bisa di rekayasa, bisa dipoles dan bisa di bayar, pada ujungnya citra yang bagus harus di tunjang oleh performa produk yang bagus juga.

Banyak cara selain iklan untuk membuat produk terkenal, bertindak nyeleneh misalnya seperti pemilik nikahsirri.com he..he.he dalam waktu singkat meledak dan ujungnya menjadi tindak pidana.

So jangan cuma politisi yang jago pencitraan, anda para wirausawan harus berani membuat pencitraan produk, kalau politisi membangun citra dengan tebar pesona jelang pemilu, tetiba inget pada rakyat, rajin ngunjungin rakyat, begaya jadi pembela rakyat.

Produk wirausaha membangun citra dengan kampanye positif, produk memang bermutu bukan asal, harga sebanding dengan mutu dan jangan lupa rajin kampanye atau iklan seperti politisi.

Tapi sekali lagi produk anda jangan seperti politisi, bangun citra setinggi langit saat kampanye, begitu terpilih lupa janji, jika produk anda rajin iklan setelah laku mengabaikan aspek mutu dan tidak memperhatikan suara konsumen, bersiap seperti politisi pemilu berikutnya tidak laku.

So bandeng rorod mah, mutu sebanding dengan harga, produk kami telah memiliki ijin bpom, yang mensyaratkan ketat untuk lolos mendapatkan ijin edar tersebut. Jadi segera beli bandeng rorod !!! Loh kok iklan

Senin, 02 Oktober 2017

Sedekah Ujung Jari

Sehabis menikmati perjalanan sama abang gojek, kita diminta memberi bintang, jika kurang dari lima bintang gojek akan bertanya kenapa? Kita disuruh memilih jawaban atas ketidak puasan pelayanan abang gojek.

Pernahkah anda menilai dibawah bintang lima? Saya selalu memberi bintang lima, walau pelayanan terkadang mengecewakan, sebisa mungkin kekecewaan itu tidak saya ekpresikan dengan mengurangi bintang, kenapa?

Karena ujung jari kita bisa membuat sahabat kita abang gojek menjadi terbantu kinerjanya, menjadi terbantu rezekinya.

Di era medsos sekarang ini sedekah teramat mudah cukup dengan ujung jari :

Buatlah status ujaran kebaikan, inspiratif dan edukatif yang mampu membawa pembaca status anda menjadi termotivasi maka anda sudah melakukan sedekah ujung jari.

Berikan like dan coment yang baik pada status teman juga sudah sedekah ujung jari, memberikan like pada painpage teman juga sudah sedekah ujung jari.

Ah betapa mudahnya sedekah kita, murah meriah namun membawa manfaat
Senin barokah yuk banyak bersedekah, banyak menebar manfaat.

Sabtu, 30 September 2017

Ciputra


"Produsen pengangguran itu perguruan tinggi, karena alumninya lebih tertarik menjadi sekjen atau dirjen di birokrat, ketimbang entrepeneur, pada akhirnya ada yang mentok jadi gojek, dua diantara lima gojek adalah sarjana"

Meski diucapkan dengan lembut, apa yang dikatakan Ciputra bukanlah omongan provokator, Sebagai entrepenur sukses yang sudah bergelut puluhan tahun, Ciputra sangat paham dengan kondisi dunia pendidikan di indonesia, yang lebih menghasilkan sarjana pekerja ketimbang entrepenur.

Menurut ciputra bangsa ini menghadapi tiga bidang mendasar yang tidak bisa dituntaskan sejak dulu yaitu
1. Korupsi
2. Pengangguran
3. Kesenjangan sosial

Korupsi disebabkan orang ingin cepat menjadi kaya, pengangguran terjadi karena sistem pendidikan indonesia sangat dogmatis sehingga menghasilkan lulusan yang kurang kreatif dan inovatif, sedangkan kesenjangan adalah buah dari korupsi dan pengangguran.

Bagaimana cara menghilangkan ketiga hal mendasar itu? entrepenurship jawabannya, entrepenur bisa memberantas korupsi salah satu tujuan orang terjun kedunia etrepeneur adalah meraih pendapatan lebih atau menjadi kaya namun dengan cara terhormat, bukan seperti koruptor kaya dengan cara culas.

Kemajuan suatu bangsa dilihat seberapa banyak penduduknya berkiprah di entrepeneur, singapura 10% penduduknya entrepeneur, negaranya maju, korupsi sedikit kesenjangan sosial tidak terlalu mencolok, Indonesia pelaku entrepeneur hanya 2,5 dari jumlah penduduk, terlalu kecil.

Menurut Ciputra, entrepeneur bisa merubah tambang menjadi emas, punya Visi/wawasan, inovativ, kreatif, berani ambil keputusan dan berani gagal (10 kali gagal 11 kali bangkit).

Seorang entrepeneur harus punya integritas,
Tiap ucapan yg kita buat adalah janji dan janji itu hutang, Kejujuran juga sangat penting buat entrepenur karena itu bagian dari integritas.

Saatnya di era global, entrepenuer menjadi pemain global juga, misalkan gojek tidak hanya beroperasi di indonesia, juga di negara lain seperti Vietnam dan Kamboja yg kondisinya nyaris mirip dengan indonesia dalam hal tranpotasi.

Jangan pernah berhenti belajar
Disarikan dari Seminar CEO Forum 2017 Kementrian Luar Negeri.

Jumat, 29 September 2017

Martha Tilar


Di tahun 1960 Martha Tilaar bertemu dengan orang Belanda, dia mengatakan sesuatu yang membuat nuraninya terusik.
"Martha negeri kamu sangat mempunyai kekayaan melimpah, tapi negeri kamu tetap miskin"
Pernyataan orang Belanda itu, membuat kesadaram Martha terbangun, dia melihat memang Indonesia kaya akan sumber alam, terutama sumber alam yang bisa dibuat untuk kosmetik dan obat-obatan, namun kekayaan itu tersembunyi dan belum ada yang memanfaatkan.

Sejak itu Martha mempunyai cita-cita membuat kosmetik indonesia dengan visi mempercantik Indonesia dan Asia, visi itu di jabarkan lebih dalam menjadi :
"Saya ingin mempercantik Indonesia dengan kekayaan alam dan budaya Indonesia"
Martha belajar kosmetik dan obat-obatan tradisional secara otodidak kepada para tukang jamu di daerah-daerah, karena tidak ada buku referensi, semua bersumber dari mulut kemulut dengan bahasa katanya dan katanya, hingga Martha di juluki gila, sekolah di luar negeri dengan high teknologi tapi balik ke Indonesia belajar pada tukang jamu.

Seorang Martha punya filisofi bisnis dream big- star small - act fast (mimpi besar - mulai dari kecil - dan bertindak cepat), dia memulai usaha dari membuka salon di garasi rumah dengan ciri khas perawatan tubuh dan kecantikan kosmetika tradisional yang pada waktu itu di anggap mistik, kuno dan tidak rasional, padahal menurut Martha itu adalah Kearifan lokal peninggalan leluhur.

Cara promo pun sangat sederhana, waktu itu dia membuat brosur yang diselipkan di koran, di sebar sekitar rumahnya di daerah Menteng, ajaibnya pelanggan pertama adalah istri Duta Besar Amerika dan istri Duta Besar negara asing lainnya.

Baru sesudah orang-orang bule memakai produknya, berlahan namun pasti masyarakat Indonesia terbuka matanya terhadap kosmetik dan obat-obatan tradidional (Jamu Indonesia), banyak istri pejabat mulai mengunjungi salonnya, termasuk istri Wakil Presiden pada waktu itu ibu Try Soetrisno.

Martha punya prinsip bisnis DJITU (Disiplin, Jujur, Inovatif, Tekun dan Ulet), dalam berbisnis Martha selalu memegang petuah luhur eyang :
"Jika ingin berusaha dan menggunakan tanaman, maka harus menanam kembali"
"Jika ingin sukses bisnis maka harus berbagi"
Petuah eyang ini dijabarkan Martha dalam bentuk menciptakan produk berbasis kekayaan alam dan budaya Indonesia, secara berkesinambungan didukung SDM kuat, R&D dengan tekonologi mutakhir serta memenuhi standar internasional ISO 9001 dan ISO 14001, mengikuti CPKB dan CPTOB pada akhirnya menghasil produk bersih, hygenis.

Sisi lain yang dilakukan Martha adalah mempromposikan dan melestarikan kepedulian pada pelesrarian lingkungan, membangun kampung jamu organik untuk mempromosikan upaya pelestarian kekayaan alam indonesia.

Dalam hal berbagi Martha memanusiawikan lebih dari 1500 para penjual jamu gendong, mengganti gendongan dengan sepeda atau sepeda motor, karena banyak di temukan para bakul jamu gendong karena setiap hari menggendong bakul jamu lebih dari 10 kg per hari, saat tuanya menjadi bongkok.
Hal yang paling mengagumkan dari sosok Martha adalah dia mampu membungkam orang yang meremehkan bahkan melecehkan produk tradisional, bahkan mengangkat produk tradisional mengglobal.

Produk tradisional apapun bentuknya ; kuliner, kosmetik, obat, kerajinan sampai fashion jika di kelola dengan baik, punya visi besar seperti Martha akan sukses.
Nah sedari awal dalam menciptakan kuliner tradisional dengan nama Bandeng Rorod Oleh-Oleh Khas Bekasi, saya membuat visi bisnis :
"Bandeng Rorod dari Bekasi untuk Indonesia dan Dunia"

Saya meyakini produk saya suatu saat kelak akan dikenal seperti Sari Ayu Martha Tilaar.
Maka ketika mendengar kisah Martha Tilaar
saat mengikuti CEO Forum 2017 di Kementrian Luar Negeri kemarin, saya seakan di beri support baru bahwa visi saya tidak jauh beda dengan Martha mengangkat kekayaan khas Indonesia, hanya soal waktu saja saya bisa mencapai seperti Martha tilaar.

Petuah terakhir Martha :
"Jika ingin menaklukan dunia, mulai dari diri sendiri".
Diri sendiri harus kuat, mental baja, siap di bilang gila. Tidak semua orang paham dengan visi kita, dan hanya orang yang siap dibilang gila yang mampu mewujudkan visinya.
Buat anda para pebisnis skala rumahan atau ukm, sudahkan bisnis anda punya visi ? Apaan sih visi iti?
Visi bisa dimaknai sebagai angan-angan atau impian besar yang ingin kita capai terhadap bisnis yanf kita geluti, para pebisnis dan penemu itu punya semangat tinggi karena punya impian besar yang ingin dituju, impian yang dimata kita bisa dicapai namun dimata orang diangap gila.

Wrigt bersaudara dianggap gila karena bermimpi bisa menciptakan alat yang bisa menerbangkan manusia, pada waktu itu pesawat terbang belum ada, maka wrigt bersaudara mampu mewujudkan impiannya, mereka yang mengejek gila bungkam.
Akhirnya mari kita renungin syair Laskar Pelangi Nidji :
"MIMPI ADALAH KUNCI UNTUK KITA MENAKLUKAN DUNIA".

Disarikan dari paparan Martha Tilaar
Di Seminar CEO Forum 2017

Rabu, 30 Agustus 2017

Pemberdayaan UMKM Oleh Pemkot Bekasi


Pelaku UMKM sejatinya punya peluang untuk berkembang dan maju, banyak Instansi Pemerintah, BUMN sampai Swasta memberikan fasilitas dan pendampingan buat UMKM agar jadi pelaku usaha tangguh dan naik kelas

Pengalaman saya di tingkat Kabupaten/Kota, Dinas Koperasi dan UKM intensif membantu para UKM dan Koperasi dalam bentuk antara lain :  Perijinan, pelatihan, bazar sampai pendanaan. Khusus di Kota Bekasi bentuk bantuan yang real yang pernah saya rasakan antara lain :

Legalitas usaha
Sebagai pebisnis kita harus paham menjalankan usaha perlu legalitas atau perijinan seperti SKDU, SIUP, TDP. Nah di Kota Bekasi pembuatan legalitas usaha ini Gratis, syaratnya langsung mengurusnya sendiri, tidak lewat orang lain apalagi calo.

Untuk SKDU dibuatnya di Kelurahan tempat kita usaha, ditandatangani Lurah dan Camat jadi membuatnya ke Kelurahan dan Kecamatan. Nah untuk SIUP dan TDP buatnya di Kantor BPPT, letaknya di Komplek Pemkot Kota Bekasi Jl. Ahmad Yani.

Khusus untuk produksi Makanan ijinnya bernama PIRT (Produk Industri Rumah Tangga), membuatnya di Dinas Kesehatan Kota Bekasi, kantornya di depan Grand Mall Perumnas I Bekasi. PIRT juga gratis tinggal daftar langsung, jika quota masih ada, nama pendaftar dicatat dan dihubungi via hp untuk mengikuti pelatihan PKP. 

Selain PIRT, ada juga Sertifikat yang mesti dimiliki produsen makanan yaitu Sertifikat Halal MUI, Dinas juga memberi fasilitas sertifikat halal secara gratis, termasuk juga fasilitas pendaftaran hak merk dari Kemen-kum HAM juga gratis.( cara mengurusnya silahkan baca di blog ini judul : INFO PIRT dan HALAL)

Pelatihan Manajemen dan Keterampilan.
Dinas UKM juga memberikan pelatihan-pelatihan manajemen usaha mulai dari motivasi, keuangan, pemasaran sampai keterampilan seperti membuat kue, roti, olahan ikan dan kemasan, caranya gampang kalau mau mengikuti tinggal daftar langsung ke Dinas Koperasi dan UKM.

Permodalan.
Pemkot Bekasi menyediakan permodalan untuk pelaku UKM dan koperasi melalui APBD 
dengan nama program dana bergulir UMKM, dana bergulir ini di titip ke Bank Syariah Patriot  milik pemkot Bekasi

untuk disalurkan kepada para Pelaku UMKM binaan Dinas, bunganya sangat murah hanya 4 persen, pinjaman mulai dari 10 juta sampai 100 juta untuk UKM, dan bisa mencapai 250 juta untuk koperasi.

Promosi.
Dinas Koperasi dan UKM secara berkala mengadakan kegiatan bazar dan promosi, Bazar Ramadhan, Bekasi Expo, Bazar Event tertentu, sampai bazar di luar kota bahkan sampai luar negeri. Jika mau ikut tinggal daftar kegiatan ini tidak perlu syarat khusus asal punya produk bisa langsung ikut, pastinya ada seleksi bagi event besar seperti bazar luar kota atau luar negeri. Untuk mendapat semua fasilitas free ini, para pelaku umkm bisa langsung mendaftar ke Kantor Dinas Koperasi dan UKM Gedung Pemkot Lantai 9 Jl. Ahmad Yani Kota Bekasi


Bagaimana Dinas berkomunikasi dan mengimpokan kegiatan dengan jumlah UMKM ribuan? Nah Dinas UKM biasanya berkomunikasi dengan Cluster/Komunitas Usaha, khusus di Kota Bekasi yang usahanya di bidang kuliner, selalu berkomunikasi dan mengimpokan kegiatan melalui Cluster Makanan dan Minuman (Mamin) kebetulan Cluster Mamin ini saya yang jadi Ketuanya.

Selain Instansi pemerintah pihak lain juga banyak memberikan peluang pendampingan kepada UMKM, mereka biasanya menghubungi komunitas UKM untuk menjalin kerjasama, Komunitas Mamin Kota Bekasi sudah menjalin kerjasama dengan banyak pihak dalam melakukan pembinaan dan pendampingan seperti :

Telkom membangun UMKM Kampung Digital, Bank Jabar membuka peluang Coching dan Pinjaman, Universitas Trisakti mendampingi manajemen usaha, JNE mengenalkan pemasaran online dan jasa pengiriman, bahkan sebentar lagi UMKM Mamin bekerjasam dengan BPR Syariah Patriot melakukan MOU untuk kegiatan pelatihan, penerbitan katalog dan pinjaman.

UMKM mamin juga kerjasama dengan lintas komunitas, dalam bentuk berbagi informasi dan komunikasi ada beberapa komunitas Bisnis yang di ikuti oleh anggota-anggota mamin sehingga terjalin komunikasi seperti Komunitas Frozener (produsen kuliner beku), TDA (Tangan Di Atas), BKR (Bakul Kue Rumahan), KPMI (Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia), dll.

Nah jika ingin usaha cepat maju, segera gabung dengan komunitas-komunitas bisnis untuk menjalin silaturahmi, berbagi informasi dan saling komunikasi, khusus buat yang tinggal di Kota Bekasi para pengusaha kuliner bisa gabung ke UMKM Makanan-Minuman Kota Bekasi, dimana tempat daftarnya?

Datang saja setiap hari minggu pagi di Car Free Day (CFD) Kota Bekasi Jl Ahmad Yani samping kantor Dinas Tenaga Kerja ada tenda putih panjang, disitu UMKM Mamin ngelapak setiap minggu, insya allah dalam waktu dekat UMKM Mamin akan membangun pusat oleh-oleh bekasi, mohon doanya