Arsip Blog

Rabu, 15 Agustus 2018

Kapan Memulai Bisnis?

Tadi pagi saat di cfd saya kedatangan tamu seorang bapak, ingin gabung ke umkm mamin, umurnya sudah lebih dari 55 tahun, pensiunan sebuah bank di Jakarta, baru mulai bisnis membuat Risol beku, saya ngobrol panjang lebar dengan bapak ini, yang intinya punya keinginan gabung dengan komunitas yang saya pimpin dan ingin belajar.

Salut dengan keinginan Bapak ini, di usia pensiun masih semangat membuka usaha da belajar, teringat saya dengan kisah Harland David Sanders lebih dikenal dengan sebutan Kolonel Sardes merupakan seorang pebisnis berkebangsaan Amerika Serikat yang ikut mendirikan Kentucky Fried Chicken. Dia mulai aktif berbisnis ketika usia sudah Sepuh, pada akhirnya bisa sukses

Menjadi pebisnis memang tidak diperlukan syarat khusus, asal punya nyali dan keberanian untuk memulai bisa langsung jalan, tidak perlu syarat usia, ijazah atau keahlian tertentu seperti seorang karyawan, karenanya menjadi pebisnis tidak perlu birokrasi dan test yang melelahkan, tidak ada atasan, anda bosnya sekaligus karyawannya.

Jadi tidak perlu ragu jadi pebisnis walaupun usia sudah sepuh. Justru di usian sepuh dengan bekal pengalaman hidup, akan menjadikan bisnis anda bermakna, lebih memahami nilai-nilai etika, sehingga bisnis bukan hanya sekedar cari uang, bisnis adalah ibadah dalam mengisi hari tua.

Kapan sebaiknya mulai berbisnis? Kapan pun dan usia berapapun pasti bisa, ayo berbisnis.

Jumat, 10 Agustus 2018

ULAMA VS ULAMA


Sewaktu ILC mengundang Din Syamsudin membahas kasus Ahok bersama dengan Buya Syafii Maarif, Din Menolak dengan tegas.

Din Syamsudin menyatakan tidak mau hadir di acara Indonesia Lawyer Club (ILC) karena tidak mau berhadapan dengan mantan ketua umum Muhammadiyah lainnya Syafi'i Ma'arif.

"Karena tidak ingin menunjukkan perpecahan Muhammadiyah di publik, karena menurut saya Ahok melakukan penistaan agama," pesan Din yang dibacakan Karni Ilyas di acara ILC di
TVOne , Selasa (8/11).

Bersyukur Prabowo tidak memilih Ulama sebagai Wapresnya, Seperti Din Samsudin, Prabowo punya pemikiran jika wakilnya Ulama bisa menimbulkan perpecahan umat, Ulama versus Ulama, selamat lah ummat ini dari perpecahan.

Hikmah lainnya Jokowi berhitung terhadap Umat Islam, dia sadar Umat Islam patut dirangkul dan diakomodir bukan di pinggirkan, maka seorang Ulama yang sangat di hormati di jadikan pendampingnya.

Kredit Point patut diberikan kepada Habib Riziek Sihab, karena telah berani menegur Jokowi dengan cara tegas proses hukum penista Quran, ummat patuh dibelakang habib riziek dengan bergerak di 212.

Tanpa HRS tidak akan Jokowi berpaling ke Ummat Islam dengan merangkul ulama sebagai wakilnya, Jokowi sadar se sadarnya tanpa dukungan umat islam, dua periode yang di impikannya sulit tercapai.

Nah buat mereka yang selama ini teriak jangan bawa agama dalam politik, jangan bawa isu sara, masjid bebas dari politik, ulama jangan ikut-ikutan berpolitik, rubah segera sudut pandang anda, wong Pak De mu merangkul tokoh agama sebagai wakilnya, apa sampean musti bilang Pak De mu bermain SARA?

Saran saya sih isu agama di pakai saja buat menangin Pak De, di legal formalkan gitu, sayang kalau isu agama di buang, lah wong pendamping Pak De ulama mumpuni, suara bisa hilang kalau isu agama dibuang.

Senin, 30 Juli 2018

Pegawai-Penjudi-Pengusaha

Pegawai :
Tahu dan ngerti perhitungan
takut mengambil resiko

Penjudi :
Tidak punya perhitungan
berani mengambil resiko

Pengusaha:
Punya Perhitungan
Berani ambil resiko

Kata kuncinya berhitung dan resiko, pegawai terutama yang alumni sekolah bisnis atau jurusan ekonomi, pandai membuat analisa bisnis, berbagai rumus keuangan mereka paham, kalau diminta membuat plan bisnis pasti jago, kekuranggannya cuma satu tidak berani mengambil resiko.

Apalagi yang sudah di zona nyaman, mendapat posisi bagus, dengan fasilitas yang mentereng, pastinya tidak siap masuk dunia bisnis yang penuh resiko dan tantangan.

Penjudi berani ambil resiko namun tidak punya perhitungan, tidak ada analisa dalam mengambil keputusan, jika sekiranya kartu bagus, uang ditangan tidak ada, meminjam pun dilakonin, kartu dibanting untuk meraih kemenangan, hasilnya ya bisa menang juga bisa bangkrut.

Pengusaha punya perhitungan, walaupun perhitungannya tidak seruwet pegawai alumni universitas program bisnis, intiusi, pengalaman dan juga kemampuan menganalisa, menjadikanya berani mengambil resiko, hasilnya ya mirip penjudi bisa menang juga bisa bangkrut.

Jadi pengusaha itu terkadang mirip penjudi, melakukan sesuatu yg sulit ditebak hasilnya, bedanya penjudi melakukan sesuatu yang haram dan dilarang, pengusaha tentu saja halalan toyyibah, Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.

Jadi buat pegawai yang mau resign dan ingin berbisnis, beranikah mengambil resiko? kalau tidak punya nyali lebih asyiik jadi pegawai, nyaman, gaji bulanan pasti, tapi ingat ada resiko juga, kalau perusahaan bangkrut jadi pengangguran juga hahaha

Kalau saya sih lebih asyik menjadi pebisnis, uji nyali setiap hari memacu adrenalin melawan ketidak pastian, bisnis itu asyiknya ketika berproses dan bertumbuh, nikmatnya ketika sampai di puncak pemandangan sungguh mengasyikan.

Jadi mau jadi pegawai, penjudi atau pengusaha? pilihan ada pada anda.

Sabtu, 28 Juli 2018

Kundatuli



Jangan terlalu jauh usut tragedi
kundatuli, trisakti, semanggi
apalagi menyelidiki tragedi
terbunuhnya ken arok
oleh keris empu gandring
akibat merebut ken dedes
di era kerajaan singosari

mengusut penyiraman noval saja
yang masih hangat
sudah enam belas bulan
belum juga terungkap
padahal lagi berkuasa.

Dibilang tidak mampu marah
dibilang mampu tidak ada progresnya
ampe karyawan kpk nulis sindiran
Coba sebutkan satu penyerang noval?
dapet hadiah sepeda.



Pertanyaan yang sulit dijawab
lebih mudah menjawab pertanyaan
sebutkan nama sepuluh ikan?

ikan tongkol, tawes, gurame, lele,
gabus, bandeng, sepat, julung-julung,
kocolan, sapu sapu, mujair, kakap, paus
dah lebih dari sepuluh.
hore dapet sepeda !!!!

sruput teh manis

Retno


Namanya Retno Listyarti, dipecat sebagai Kepala Sekolah SMAN 3 Jakarta atas perintah Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), karena dianggap melakukan kesalahan berat meninggalkan pekerjaan saat diwawancara televisi swasta

Retno melawan secara hukum melalu pengadilan TUN, di tingkat PN, Kasasi Sampai Banding di MA menang dan sudah punya kekuatan hukum tetap, tapi Ahok tetap bersikeras mengabaikan keputusan hukum dengan tidak mengangkat kembali Retno sebagai Kepsek.

Sebuah komisi bernama Komisi ASN, menyorot perilaku Anies Soal pergantian pejabat di lingkup DKI, saya kutip berita Kompas:

Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) telah menyelesaikan penyelidikan atas dugaan pelanggaran prosedur dalam perombakan pejabat DKI.

Dari hasil pemeriksaan selama dua pekan, Komisi ASN menyimpulkan bahwa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terbukti melanggar aturan terkait permobakan tersebut.

"Hasil analisis dari permasalahan tersebut, KASN menyatakan telah terjadi pelanggaran atas prosedur dan peraturan perundangan yang berlaku dalam pemberhentian dan pemindahan para pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta," kata Ketua KASN Sofian Effendi dalam keterangan tertulisnya, Jumat (27/7/2018).

Numpang tanya ke komisi itu, yang sudah jelas-jelas perintah lembaga hukum tertinggi di negeri ini Mahkamah Agung atas kasus Retno agar mengembalikan kedudukan sebagai Kepsek kok mingkem ya? Apakah Retno bukan ASN?

Menurut berita Anies kalau tidak melaksanakan rekomendasi Komisi ASN akan kena sangsi, terus kalau yg melawan keputusan pengadilan terhadap kasus Retno pada Ahok sangsinya apa? kok tidak ada sangsi sampai hari ini?


cuma Nanya?

Kamis, 26 Juli 2018

Jualah Merk Bukan Produk



Banyak orang produksi bolen, tapi hanya satu bolen terkenal Kartiksari, tahu brownies? Pastilah, banyak yang buat brownies hanya satu yang selalu di ingat orang Amanda, mau makan burger? Di kaki lima banyak tapi yang terkenal McD.

Kenapa ingatan orang mudah terhipnopis pada Amanda, Kartika Sari, McD? Karena mereka menciptakan Merk bukan jualan produk, dari sisi rasa, penampilan mungkin juga mutu samalah dengan produk-produk sejenis, namun karena merk mereka sudah di kenal maka orang lebih cenderung memilih produk yang sudah bermerk.

Jadi ketika anda berniat bisnis kuliner ciptakan Merk bukan produk, Merk bukanlah sekedar nama melekat, Merk adalah sebuah cita-cita, harapan, idealisme dan juga jaminan kwalitas produk. Menciptakan merk berarti anda merintis sebuah usaha panjang yang berkesinambungan, yang kelak bisa diwariskan pada anak cucu.

Coca cola adalah contoh sebuah merk yang bisa bertahan selama satu abad, konon ketika seluruh dunia pabrik coca cola terbakar, pemilik merk mengajukan pinjaman atau cari investor berbondong-bondong bank dan investor siap membangun kembali pabrik coca cola yang terbakar.

Maka mulai hari ini bangunlah merk, jadikan merk itu sebagai nafas bisnis anda, iringin membangun merk itu dengan meningkatkan kwalitas, layanan jangan lupa legalitas usaha, jadikan merk itu sebagai icon diri anda ke pihak luar, maka ketika anda mengenal saya maka anda selalu ingat bandeng rorod dan istri saya dikenal sebagai mak rorod.

Rabu, 25 Juli 2018

Media Netral


Jangan berpikir berita dari sebuah media merupalan kebenaran mutlak, media utama saat ini banyak yang tidak netral, mereka banyak yang berpihak, bisa berpihak kepada partai, cukong dan penguasa.

Sebuah peristiwa atau kasus buruk jika dipoles dengan "pembenaran" pada akhirnya akan menjadi berita baik, tanpa cek dan ricek banyak yang termakan dengan polesan citra media, orang buruk bisa menjadi baik karena ulah media.

Contoh paling gamblang adalah Ahok, tutur katanya sangat menyakitkan, ketus, sering mengeluarkan kata-kata kotor sampai sumpah serapah, setengah abad usia saya, tidak pernah ketemu pemimpin kelakuannya seperti Ahok.

Tapi oleh media dan juga pendukungnya Ahok dipoles sedemikian rupa dengan kata-karta puja puji, katanya ; Ahok keras pada penyelewengan sangat anti korupsi, Lebih baik kata-kata kotor daripada korupsi, Ahok laksana dewa yang tidak punya salah dan cela.

Coba telaah lebih dalam makna puja-puji itu, satu saja kita pikir dengan logika sehat, lebih baik kata-kata kotor ketimbang jadi koruptor! banyak kok pejabat yang tidak korupsi tutur katanya lembut dan tidak kotor

Kalau anti korupsi mulutnya kotor seperti Ahok alangkah ributnya negeri ini, anak cucu kita bakalan menyaksikan riuahnya negeri tanpa etika, dengan umpatan isi wc membahana.

Sekarang pun pendukungnya mencoba mencari sela buat mengkerdilkan Gubernur sekarang, dibantu media yang memang tidak netral, begitu ada cela sedikit langsung ramai jagad pemberitaan

- Pribumi Ribut
- Tanah Abang Ramai
- Rumah DP nol persen Riweh
- Pohon bunga Sintetis Riuh
- Bendera bambu sewot
- Ada banjir bilang gabener
- Pejabat Dicopot marah
- Kali diutup jaring di bilang tidak kreatif
- Halte Bis katanya aneh

kata mereka zaman Ahok Jakarta sudah hebat, Gubernur sekarang tidak bisa sehebat Ahok, hahaha tetep aja dia menghayal tinggi, tidak bisa move on.

Padahal yang mereka ributkan di zaman junjungannya pernah terjadi, seperti kasus pejabat di copot atau dirotasi, itu mah peristiwa biasa, siapa sih gubernur di Indonesia yang tidak pernah mencopot bawahannya?

Setiap gubernur mah sering melakukan, itu memang salah satu wewenang gubernur merotasi dan memberhentikan bawahannya, cuma dulu sepi tidak ada yang ngeributin baru di era Anies sekarang rame, semua gara-gara media yg menghamba pada cukong dan kekuasaan serta pendukungnya yang belum juga move on

Mereka dulu ribut soal SARA, bahwa kemenangan Anies Sandi diperoleh dengan memainkan isu SARA, lah faktanya media luar negeri yang tidak terkontaminasi cukong, memberitakan bahwa Ahok dengan timnya malah menciptakan tim buzzer melawan Anis Sandi dengan memainkan isu SARA.

saya kutip sedikit isi berita "Sebut saja Alex (nama samaran) mengklaim bahwa dia dan timnya memang bekerja untuk menyebarkan fitnah, kebencian, dan SARA dengan tujuan menyerang lawan Ahok atau siapa saja yang berseberangan dengan mereka"

Herannya berita yang sangat bagus ini tidak dikutip media utama indonesia, Detik, Tempo, Kompas, Media Indonesia, nah bisa ketebak kan ada apa?

Kelak akan kita temui ribuan masalah yang akan selalu di nyinyirin mereka, hingga ujungnya tiada suatu kebaikan atau prestasi Anies yg bener, semua salah, kalau semua hal disalahkan itulah ciri orang stres.